331/PID.SUS/2022/PT PBR
Putusan PT PEKANBARU Nomor 331/PID.SUS/2022/PT PBR
Pembanding/Penuntut Umum II : RAHMAD HIDAYAT, S.H. Terbanding/Terdakwa : MOHAMMAD SOLEH HARAHAP Bin KHALIFAH LEMAN HARAHAP
MENGADILI Menerima Permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum Memperbaiki Putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor 53/Pid.Sus/2022/PN Rhl tanggal 7 Juni 2022 mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa sehingga amarnya berbunyi sebagai berikut Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir tersebut untuk selebihnya Menyatakan lamanya Terdakwa berada dalam tahanan dikurangi segenapnya dengan pidana yang dijatuhkan tersebut Memerintahkan Terdakwa berada dalam tahanan Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam kedua tingkat Pengadilan, sedangkan ditingkat banding sebesar Rp 5. 000,00 (lima ribu rupiah)
P U T U S A N
Nomor 331/PID.SUS/2022/PT PBR
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Tinggi Riau yang mengadili perkara pidana dalam Pengadilan tingkat banding, telah menjatuhkan putusan seperti tersebut dibawah ini dalam perkara terdakwa ;
| : | MohammadSoleh Harahap Bin Khalifah Leman Harahap; |
| : | Simpang IV Merbau; |
| : | 56 Tahun / 10 Oktober 1965; |
| : | Laki-laki; |
| : | Indonesia; |
| : | Jalan Batu Sangkar Nomor 23 Kelurahan Sioldengan Kecamatan Rantau Selatan Kabupten Labuhan Batu; |
| : | Islam; |
| : | Wiraswasta; |
Terdakwa tidak dilakukan penangkapan dan penahanan oleh Penyidik;
Terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara (RUTAN) berdasarkan surat perintah/ penetapan oleh:
Penuntut Umum sejak tanggal 19 Januari 2022 sampai dengan tanggal 7 Februari 2022;
Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 28 Januari 2022 sampai dengan tanggal 26 Februari 2022;
Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 27 Februari 2022 sampai dengan tanggal 27 April 2022;
Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 28 April 2022 sampai dengan tanggal 27 Mei 2022;
Hakim Pengadilan Negeri Perpanjangan Kedua Oleh Ketua Pengadilan Tinggi sejak tanggal 28 Mei 2022 sampai dengan tanggal 26 Juni 2022;
Penahanan hakim pengadilan Tinggi sejak tanggal 7 Juni 2022 sampai dengan tanggal 6 Juli 2022;
Perpanjang Wakil Ketua pengadilan Tinggi Riau sejak tanggal 7 Juli 2022 sampai dengan tanggal 4 September 2022;
Pengadilan Tinggi tersebut;
Setelah membaca:
Surat Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Riau tanggal 20 Juni 2022 Nomor 331/PID.SUS/2022/PT PBR tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, dan penunjukan Penanitera Pengganti pada hari dan tanggal itu juga;
Berkas perkara dan surat-surat yang terlampir dalam perkara ini, serta turunan putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor 53/Pid.Sus/2022/PN Rhl tanggal 7 Juni 2022;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
PRIMAIR
Bahwa Terdakwa MOHAMMAD SOLEH HARAHAP Bin KHALIFAH LEMAN HARAHAP pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2021 sekira pukul 02.00 Wib atau pada waktu lain dalam bulan Januari 2021 atau pada waktu lain dalam tahun 2021 bertempat di Rumah Makan di Jalan Lintas Sumatera Kecamatan banko Pusako Kabupaten Rokan Hilir atau pada tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Rokan Hilir, yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memilki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 1 (sediaan farmasidan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar ), perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut:
Berawal pada hari senin tanggal 23 September 2019 Saksi MIRWAN BAIHAKI selaku Direktur perusahan PT. Bionerve Indoensia Berjaya melakukan perjanjian kerja sama dengan Saksi SYARIFUL WADJI selaku Direktur PT. Eleska Prima Tiga untuk melakukan produksi pembuatan Jamu merk Bio Nerve yang kemudian Saksi MIRWAN BAIHAKI memesan dan meminta Saksi SYARIFUL WADJI untuk memproduksi Bio Nerve oleh PT. Eleska Prima Tiga sebanyak 15 (lima belas) karton dengan harga Rp80.000.000,- (delapan puluh juta Rupiah) setiap kartonnya.
Bahwa pada hari selasa tanggal 23 Juni 2020 setelah PT. Eleska Prima Tiga memproduksi Bio Nerve yang dipesan oleh Saksi MIRWAN BAIHAKI lalu Saksi SYAIFUL WADJI menyerahkan 15 (lima belas) karton Bio Nerve kepada Saksi MIRWAN BAIHAKI di Jalan Kokan Permata Blok F 23 A Kelapa Gading selanjutnya Saksi MIRWAN BAIHAKI mengirim BIO NERVE tersebut kepada Terdakwa yang merupakan Komisaris Direktur perusahan PT. Bionerve Indoensia Berjaya ke Kota Medan untuk diedarkan di Kota Medan.
Bahwa selanjutnya Terdakwa mengedarkan Bio Nerve yang diproduksi oleh PT. Eleska Prima Tiga kepada Masyarakat tetapi Bio Nerve tersebut tidak diterima oleh Masyarakat karena tidak memilik khasiat, kemudian pada tanggal 8 Januari 2021 Terdakwa memesan Bio Nerve yang diproduksi dari Malaysia kapada Sdr. NAZRI sebanyak 200 (dua ratus karton) dengan harga Rp4.000.000.000,- (empat milyar Rupiah), selanjutnya setelah Terdakwa memesan Bio Nerve yang diproduksi di Malaysia lalu Terdakwa menghubungi Saksi ZULKARNAIN dengan meminta pengurusan pengiriman Bio Nerve yang diproduksi dari Malaysia dengan upah pengiriman sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah) per kotak.
Bahwa selanjutnya Saksi ZULKARNAIN menghubungi Sdr. NAZRI
untuk menyerahkan Bio Nerve tersebut kepada Sdr. EYO TUN SOON untuk dikirim oleh EYO TUN SOON ke Pelabuhan tikus di Bagan Siapi-api, selanjutnya Saksi ZULKARNAIN menghubungi Saksi DEWI untuk meminta bantuan pengiriman barang berupa penyediaan truk dan Saksi DEWI menyanggupinya dengan upah Rp3.000.000,- (tiga juta Rupiah) per truknya, lalu Saksi ZULKARNAIN menghubungi Sdr. WAK ONO untuk menerima Bio Nerve yang diproduksi dari Malaysia di Pelabuhan Tikus di Bagan Siapi-api dan melalukan koordinasi dengan Saksi DEWI terkait pengiriman Bio Nerve tersebut ke Kota Medan untuk diserahkan kepada Terdakwa.
Bahwa selanjutnya Saksi DEWI menghubungi supir truk yaitu Sdr. JALIANSON yang mengendarai truk dengan plat BM 9992 RO, Sdr. HARIADI dan Sdr. RUDI HIDAYAT yang mengedarai BA 8994 HU utuk berkomunikasi dengan WAK ONO sebagai kordinator lapangan pengiriman Bio Nerve Produksi Malaysia, kemudian setelah Sdr. JALIANSON, Sdr. HARIADI, Sdr, RUDI HIDAYAT meneriman Bio Nerve yang dikirim dari malaysia tersebut lalu membawanya menuju Kota Medan.
Bahwa pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021 sekira pukul 19.30 Wib Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN (anggota Tim Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai) dan anggota tim lainnya yang sebelumnya memperoleh informasi dari masyarakat bahwa adanya kegiatan memasukan barang impor secara ilegal di daerah Bagan Siapi, kemudian Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN melakukan penyelidikan dan diperoleh informasi bahwa 4 (empat) unit truk membawa barang impor dari Malaysia. selanjutnya pada hari Jum’at tanggal 15 Januari 2021 sekitar pukul 01.30 WIB Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN dan anggota tim lainnya memperoleh informasi bahwa 4 (empat) truk tersebut sedang terparkir di Rumah Makan di Jalan Lintas Sumatera Kecamatan bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir lalu Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN dan anggota tim lainnya melakukan pemeriksaan kepada 4 (empat) truk tersebut dan ditemukan bahwa Truk dengan plat BM 9992 RO yang dikendarai oleh Sdr. JALIANSON dan truk dengan plat BA 8994 HU yang dikendarai oleh Sdr. HARIADI dan RUDI HIDAYAT membawa Bio Nerve tanpa izin edar.
Bahwa pada hari Sabtu tanggal 16 Januari 2021 Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN dan anggota tim lainnya melakukan koordinasi dengan Saksi ALI AKBAR (Anggota BBPOM Pekanbaru) dan Tim BPPOM Pekanbaru Lainnya terkait temuan Bio Nerve tersebut dan melakukan serah terima barang bukti berupa Bio Nerve tersebut kepada Saksi ALI AKBAR (Anggota BBPOM Pekanbaru) dan Tim BPPOM Pekanbaru guna pemeriksaan lebih lanjut
Bahwa Selanjutnya pada Jum’at hari tanggal 8 Januari 2021 Terdakwa memberikan informasi kepada Saksi ZULKARNAIN bahwa truk yang mengangkut Bio Nerve di amankan oleh Pihak KPPBC TMP B Dumai dan barang bukti Bio Nerve telah diserahkan kepada pihak BPPOM Pekanbaru kemudian Terdakwa menyuruh Saksi ZULKARNAIN untuk meminta keterangan atas penyitaan Bio Nerve tersebut kepada pihak BPPOM Pekanbaru kemudian Terdakwa menyuruh Saksi ZULAKARNAIN untuk membuat dan memalsukan Surat Kuasa dari Saksi SYARIFUL WADJI selaku Direktur PT Eleska Prima Tiga kepada Saksi ZULKARNAIN yang berisikan bahwa melakukan pengurusan barang bukti Bio Nerve yang disita oleh pihak BPPOM yang mana surat tersebut digunakan untuk mengelabui pihak BPPOM Pekanbaru bahwa barang bukti tersebut merupakan Bio Nerve yang diproduksi oleh PT. Eleska Prima Tiga dan memiliki izin yang mana Terdakwa sudah mengetahui bahwa Bio Nerve yang di Produksi dari Malaysia tidak memiliki izin saat memasuki dan di edarkan diwilayah Indonesia.
Bahwa selanjutnya Saksi ZULKARNAIN mendatangani BPPOM Pekanbaru dan meminta keterangan terkait barang bukti Bio Nerve dari pihak BPPOM Pekanbaru dan menujukan Surat Kuasa dari Saksi SYARIFUL WADJI selaku Direktur PT Eleska Prima Tiga kepada Saksi ZULKARNAIN untuk mengelabui pihak BPPOM Pekanbaru bahwa Saksi ZULKARNAIN merupakan dari utusan dari PT. Eleskan Prima Tiga untuk meminta barang bukti Bio Nerve yang telah disita oleh Pihak BPPOM Pekanbaru, kemudian Pihak BPPOM Pekanbaru yang mengetahui bahwa Saksi ZULKARNAIN bukan dari pihak PT. Eleska Prima Tiga, tidak menyerahkan barang bukti Bio Nerve tersebut kepada Saksi ZULKARNAIN.
Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja.
SUBSIDAIR
Bahwa Terdakwa MOHAMMAD SOLEH HARAHAP Bin KHALIFAH LEMAN HARAHAP pada hari Kamis tanggal 15 Januari 2021 sekira pukul 02.00 Wib atau pada waktu lain dalam bulan Januari 2021 atau pada waktu lain dalam tahun 2021 bertempat di Rumah Makan di Jalan Lintas Sumatera Kecamatan banko Pusako Kabupaten Rokan Hilir atau pada tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Rokan Hilir, mencoba melakukan kejahatan , jika niat untuk itu telah ternyata dari adanya permulaanpelaksanaan dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri, yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memilki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 1 (sediaan farmasi dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat izin edar ), perbuatan tersebut dilakukan oleh terdakwa dengan cara sebagai berikut:
Berawal pada hari senin tanggal 23 September 2019 Saksi MIRWAN BAIHAKI selaku Direktur perusahan PT. Bionerve Indoensia Berjaya melakukan perjanjian kerja sama dengan Saksi SYARIFUL WADJI selaku Direktur PT. Eleska Prima Tiga untuk melakukan produksi pembuatan Jamu merk Bio Nerve yang kemudian Saksi MIRWAN BAIHAKI memesan dan meminta Saksi SYARIFUL WADJI untuk memproduksi Bio Nerve oleh PT. Eleska Prima Tiga sebanyak 15 (lima belas) karton dengan harga Rp80.000.000,- (delapan puluh juta Rupiah) setiap kartonnya.
Bahwa pada hari selasa tanggal 23 Juni 2020 setelah PT. Eleska Prima Tiga memproduksi Bio Nerve yang dipesan oleh Saksi MIRWAN BAIHAKI lalu Saksi SYAIFUL WADJI menyerahkan 15 (lima belas) karton Bio Nerve kepada Saksi MIRWAN BAIHAKI di Jalan Kokan Permata Blok F 23 A Kelapa Gading selanjutnya Saksi MIRWAN BAIHAKI mengirim BIO NERVE tersebut kepada Terdakwa yang merupakan Komisaris Direktur perusahan PT. Bionerve Indoensia Berjaya ke Kota Medan untuk diedarkan di Kota Medan.
Bahwa selanjutnya Terdakwa mengedarkan Bio Nerve yang diproduksi oleh PT. Eleska Prima Tiga kepada Masyarakat tetapi Bio Nerve tersebut tidak diterima oleh Masyarakat karena tidak memilik khasiat, kemudian pada tanggal 8 Januari 2021 Terdakwa memesan Bio Nerve yang diproduksi dari Malaysia kapada Sdr. NAZRI sebanyak 200 (dua ratus karton) dengan harga Rp4.000.000.000,- (empat milyar Rupiah), selanjutnya setelah Terdakwa memesan Bio Nerve yang diproduksi di Malaysia lalu Terdakwa menghubungi Saksi ZULKARNAIN dengan meminta pengurusan pengiriman Bio Nerve yang diproduksi dari Malaysia dengan upah pengiriman sebesar Rp50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah) per kotak.
Bahwa selanjutnya Saksi ZULKARNAIN menghubungi Sdr. NAZRI untuk menyerahkan Bio Nerve tersebut kepada Sdr. EYO TUN SOON untuk dikirim oleh EYO TUN SOON ke Pelabuhan tikus di Bagan Siapi-api, selanjutnya Saksi ZULKARNAIN menghubungi Saksi DEWI untuk meminta bantuan pengiriman barang berupa penyediaan truk dan Saksi DEWI menyanggupinya dengan upah Rp3.000.000,- (tiga juta Rupiah) per truknya, lalu Saksi ZULKARNAIN menghubungi Sdr. WAK ONO untuk menerima Bio Nerve yang diproduksi dari Malaysia di Pelabuhan Tikus di Bagan Siapi-api dan melalukan koordinasi dengan Saksi DEWI terkait pengiriman Bio Nerve tersebut ke Kota Medan untuk diserahkan kepada Terdakwa.
Bahwa selanjutnya Saksi DEWI menghubungi supir truk yaitu Sdr. JALIANSON yang mengendarai truk dengan plat BM 9992 RO, Sdr. HARIADI dan Sdr. RUDI HIDAYAT yang mengedarai BA 8994 HU utuk berkomunikasi dengan WAK ONO sebagai kordinator lapangan pengiriman Bio Nerve Produksi Malaysia, kemudian setelah Sdr. JALIANSON, Sdr. HARIADI, Sdr, RUDI HIDAYAT meneriman Bio Nerve yang dikirim dari malaysia tersebut lalu membawanya menuju Kota Medan.
Bahwa pada hari Kamis tanggal 14 Januari 2021 sekira pukul 19.30 Wib Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN (anggota Tim Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP B Dumai) dan anggota tim lainnya yang sebelumnya memperoleh informasi dari masyarakat bahwa adanya kegiatan memasukan barang impor secara ilegal di daerah Bagan Siapi, kemudian Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN melakukan penyelidikan dan diperoleh informasi bahwa 4 (empat) unit truk membawa barang impor dari Malaysia. selanjutnya pada hari Jum’at tanggal 15 Januari 2021 sekitar pukul 01.30 WIB Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN dan anggota tim lainnya memperoleh informasi bahwa 4 (empat) truk tersebut sedang terparkir di Rumah Makan di Jalan Lintas Sumatera Kecamatan bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir lalu Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN dan anggota tim lainnya melakukan pemeriksaan kepada 4 (empat) truk tersebut dan ditemukan bahwa Truk dengan plat BM 9992 RO yang dikendarai oleh Sdr. JALIANSON dan truk dengan plat BA 8994 HU yang dikendarai oleh Sdr. HARIADI dan RUDI HIDAYAT membawa Bio Nerve tanpa izin edar.
Bahwa pada hari Sabtu tanggal 16 Januari 2021 Saksi DIDIK, Saksi HANS MALONAI, Saksi AHMAD, Saksi JONATHAN dan anggota tim lainnya melakukan koordinasi dengan Saksi ALI AKBAR (Anggota BBPOM Pekanbaru) dan Tim BPPOM Pekanbaru Lainnya terkait temuan Bio Nerve tersebut dan melakukan serah terima barang bukti berupa Bio Nerve tersebut kepada Saksi ALI AKBAR (Anggota BBPOM Pekanbaru) dan Tim BPPOM Pekanbaru guna pemeriksaan lebih lanjut.
Bahwa Selanjutnya pada Jum’at hari tanggal 8 Januari 2021 Terdakwa memberikan informasi kepada Saksi ZULKARNAIN bahwa truk yang mengangkut Bio Nerve di amankan oleh Pihak KPPBC TMP B Dumai dan barang bukti Bio Nerve telah diserahkan kepada pihak BPPOM Pekanbaru kemudian Terdakwa menyuruh Saksi ZULKARNAIN untuk meminta keterangan atas penyitaan Bio Nerve tersebut kepada pihak BPPOM Pekanbaru kemudian Terdakwa menyuruh Saksi ZULAKARNAIN untuk membuat dan memalsukan Surat Kuasa dari Saksi SYARIFUL WADJI selaku Direktur PT Eleska Prima Tiga kepada Saksi ZULKARNAIN yang berisikan bahwa melakukan pengurusan barang bukti Bio Nerve yang disita oleh pihak BPPOM yang mana surat tersebut digunakan untuk mengelabui pihak BPPOM Pekanbaru bahwa barang bukti tersebut merupakan Bio Nerve yang diproduksi oleh PT. Eleska Prima Tiga dan memiliki izin yang mana Terdakwa sudah mengetahui bahwa Bio Nerve yang di Produksi dari Malaysia tidak memiliki izin saat memasuki dan di edarkan diwilayah Indonesia.
Bahwa selanjutnya Saksi ZULKARNAIN mendatangani BPPOM Pekanbaru dan meminta keterangan terkait barang bukti Bio Nerve dari pihak BPPOM Pekanbaru dan menujukan Surat Kuasa dari Saksi SYARIFUL WADJI selaku Direktur PT Eleska Prima Tiga kepada Saksi ZULKARNAIN untuk mengelabui pihak BPPOM Pekanbaru bahwa Saksi ZULKARNAIN merupakan dari utusan dari PT. Eleskan Prima Tiga untuk meminta barang bukti Bio Nerve yang telah disita oleh Pihak BPPOM Pekanbaru, kemudian Pihak BPPOM Pekanbaru yang mengetahui bahwa Saksi ZULKARNAIN bukan dari pihak PT. Eleska Prima Tiga, tidak menyerahkan barang bukti Bio Nerve tersebut kepada Saksi ZULKARNAIN.
Bahwa barang bukti berupa Bio Nerve dari Malaysia yang akan dikirim oleh Saksi ZULKARNAIN untuk diserahkan kepada Terdakwa di Kota Medan tersebut belum sempat diedarkan oleh Terdakwa kepada konsumen disebabkan barang bukti di amankan KPPBC TMP B Dumai dan BBPOM Pekanbaru;
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja Jo Pasal 53 Ayat (1) KUHP.
Setelah membacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
Menyatakan terdakwa MOHAMMAD SOLEH HARAHAP Bin KHALIFAH LEMAN HARAHAP telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Kesehatan” melanggar Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja sebagaimana dimaksud dalam Dakwaan Primair Penuntut Umum.
Menjatuhkan pidana Penjara terhadap terdakwa selama 6 (enam) tahun dengan dikurangkan sepenuhnya selama terdakwa ditahan, dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp. 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) apabila terdakwa tidak sanggup membayar diganti dengan 6 (enam) bulan kurungan sebagai pengganti pidana denda.
Menyatakan barang bukti berupa :
| NO | NAMA BARANG | PABRIK | KEMASAN | JUMLAH |
| OT TIE | ||||
| 1 | JamuBuah Merah | PJ Rempah | Bungkus | 70 |
| 2 | Jamu KBM | Alam Papua | Bungkus | 15 |
| 3 | Jamu Duta Sehat | PJ Duta Sehat | Bungkus | 8 |
| 4 | Montalin | Pj Air Madu | Kotak | 27 |
| 5 | Brastomo | PJ Sari | Kotak | 6 |
| 6 | DaunWaliSongo | Pj Sami | Bungkus | 210 |
| 7 | Buah Merah | Rempah | Kotak | 13 |
| 8 | Dewa Ginseng Kapsul | Sari | Kotak | 17 |
| 9 | Dewa Ginseng Serbuk | Sari | Kotak | 8 |
| 10 | Fat Floss | - | Kotak | 2 |
| 11 | Ramuan Dayak | Mahakam | Kotak | 1 |
| 12 | UratMadu X Tra Ginseng | PJ UratMadu | Kotak | 17 |
| 13 | Urat Madu | PJ UratMadu | Kotak | 5 |
| 14 | Mi Jian Fen | - | Kotak | 4 |
| 15 | Beruang | - | Kotak | 9 |
| 16 | X Tra Cap Beruang | PJ BeruangMadu | Kotak | 3 |
| 17 | Landaq | Landaq | Kotak | 3 |
| 18 | Edilos | MUVI | Kotak | 5 |
| 19 | Luquan | - | Kotak | 7 |
| 20 | Flu Kunchong Fen | - | Kotak | 2 |
| 21 | Lasmi | Herbalindo | Kotak | 18 |
| 22 | TongkatAjimat Madura | - | Kotak | 30 |
| 23 | MinyakBulus Super | - | Kotak | 3 |
| 24 | Abassyah Oil | - | Kotak | 10 |
| 25 | GodongIjo | PJ Air Madu | Kotak | 10 |
| 26 | VimaxVimax Oil | Canada | Kotak | 14 |
| 27 | AsamUratToker | Tokcer | Kotak | 14 |
| 28 | ObatkuatTupai | - | Kotak | 4 |
| 29 | Stud 007 | - | Kotak | 3 |
| 30 | Samsu Cream | - | Kotak | 15 |
| 31 | GemukSehat PJS | Cilacap | Kotak | 5 |
| 32 | Tawon Liar Coklat | Maju Jaya | Kotak | 4 |
| 33 | Tawon Liar Hijau | Maju Jaya | Kotak | 12 |
| 34 | Dewa Ginseng | - | Kotak | 7 |
| 35 | PilTupai | - | Bungkus | 71 |
| 36 | Chang San Black Kapsul | - | Kotak | 4 |
| 37 | Chana San | - | Kotak | 3 |
| 38 | Africa Black Ant | - | Kotak | 21 |
| 39 | Mustang | Nugroho Makmur | Kotak | 2 |
| 40 | Samsu Super Oil | PD Samsu | Kotak | 11 |
| 41 | Pembesar | - | Kotak | 1 |
| 42 | Buah Merah | PJ RempahAlam | Bungkus | 450 |
| 43 | DaunWalisongo | Sami Jaya | Bungkus | 250 |
| 44 | OtotUrat Sembilan Raya | Sembilan Raja | Bungkus | 90 |
| 45 | Ginseng KianpiPil | Malaysia | Kotak | 9 |
| 46 | Pi Kang Shuang | - | Tube | 500 |
| KOSMETIK TIE | ||||
| 1 | K Brother | Thailand | Ktk | 20 |
| 2 | Asli | - | Ktk | 25 |
| 3 | Beauty Whitening Soap | - | Ktk | 35 |
| 4 | SabunKuningTanpa Nama | - | Ktk | 2 |
| 5 | SabunBatangHijau | - | Ktk | 9 |
| 6 | Vit E Whitening Soap | - | Ktk | 9 |
| 7 | Kayla Beauty Hijau | Global Cosmindo | Ktk | 22 |
| 8 | Walet | - | Ktk | 2 |
| 9 | Temulawak Two Way Cake 13,2 | Taiwan | Ktk | 4 |
| 10 | Collagen Day & Night | - | Ktk | 35 |
| 11 | Topsyne Whitening Cream | - | Ktk | 12 |
| 12 | SabunWalet | - | Ktk | 4 |
| 13 | Walet Day & Night | - | Ktk | 1 |
| 14 | Clariderm | - | Ktk | 16 |
| 15 | Hydroquinone | - | Ktk | 15 |
| 16 | Collagen Gold | - | Ktk | 4 |
| 17 | Temulawak Two Way Cake | - | Ktk | 6 |
| 18 | Garnier Two Way Cake | - | Ktk | 3 |
| 19 | Fair & Lovely Two Way Cake | - | Ktk | 12 |
| 20 | Temulawak Cream 25 gr | - | Ktk | 19 |
| 21 | Collagen Cream | - | Ktk | 6 |
| 22 | Temulawak Cream 50 gr | - | Ktk | 88 |
| 23 | Pullana Cream | - | Ktk | 18 |
| 24 | Temulawak Gold | - | Ktk | 7 |
| 25 | Vit E Special | - | Ktk | 8 |
| 26 | Vit E Diamon Cream | - | Ktk | 15 |
| 27 | Citra Two Way Cake | - | Ktk | 22 |
| 28 | Ponds Two Way Cake | - | Ktk | 21 |
| 29 | Citra Day & Night Cream | - | Ktk | 12 |
| 30 | Racikan Vit E 99 (kuning) | - | Pot | 72 |
| 31 | Racikan Vit E 99 (putih) | - | Pot | 48 |
| 32 | Day Cream Vit E | - | Pot | 96 |
| 33 | 99 New Spesial | - | Ktk | 44 |
| 34 | Dr Super | - | Ktk | 12 |
| 35 | Dr Asli | - | Ktk | 24 |
| 36 | GarniaerLight | - | Ktk | 13 |
| 37 | Vit E Gold | - | Ktk | 12 |
| 38 | Temulawak BB Cream | - | Ktk | 6 |
| 39 | Clariderm Day & Night Cream | - | Ktk | 2 |
| 40 | Citra Day & Night Cream | - | Ktk | 24 |
| 41 | Pullana Masker | - | Bks | 3 |
| OBAT TIE | ||||
| 1 | Vitamin C + KolagenInj | - | Ktk | 4 |
| 2 | LaroscobinInjeksi | - | Ktk | 4 |
| 3 | TationilInjeksi | - | Ktk | 2 |
“Dirampas untuk musnahkan”
Menghukum terdakwa membayar Biaya perkara sebesar Rp 2.000,- (dua ribu rupiah).
Membaca Putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor 53/Pid.Sus/2022/PN Rhl tanggal 7 Juni 2022 yang amarnya berbunyi sebagai berikut:
MENGADILI:
Menyatakan Terdakwa Mohammad Soleh Harahap Bin Khalifah Leman Harahap tersebut diatas, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam Dakwaan Primair;
Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari Dakwaan Primair;
Menyatakan Terdakwa Mohammad Soleh Harahap Bin Khalifah
Leman Harahap tersebut diatas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana PercobaanDengan Sengaja Mengedarkan Sediaan Farmasi yang Tidak Memiliki Izin Edar sebagaimana dakwaan Subsidair;
Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan dan pidana denda sejumlah Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 15 (lima belas) hari;
Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
Menetapkan Terdakwa tetap ditahan;
Menetapkan barang bukti berupa :
| No | Nama Produk | Bentuk Sediaan | Pabrik | No. Registrasi | Jumlah | Kemasan | Keterangan |
| 1 | Biotherm Home Deodoran | Padat | Biotherm- London | - | 2 | Tube/52,5 g | Kosmetik TIE |
| 2 | Toleriane facial wash | Semi Padat | Laroche Prancis | - | 1 | Tube/150 ml | Kosmetik TIE |
| 3 | Norvasc 5 mg | Padat | Pfizer US | - | 400 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 4 | Neil Med Sinus Rince | Padat | Neilmad USA | - | 1 | Paket Kotak+isi ulang | Obat TIE |
| 5 | Micardis Plus 80/12,5 mg | Padat | Boehringer Ingelheim | - | 60 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 6 | Atacand Plus 16/12,5 mg | Padat | Astra Zeneca | - | 135 | Blister/15 tablet | Obat TIE |
| 7 | Atacand 16 mg | Padat | Astra Zeneca | - | 135 | Blister/15 tablet | Obat TIE |
| 8 | Clopivid 75 mg | Padat | Hovid | - | 120 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 9 | Concor 2,5 mg | Padat | Merck Jerman | - | 200 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 10 | Concor 5 mg | Padat | Merck Jerman | - | 200 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 11 | Glucophage XR 500mg | Padat | Merck Sante S.AS | - | 60 | Blister/15 tablet | Obat TIE |
| 12 | Lipanthyl pentha 145 mg | Padat | Rechipham Fontaine | - | 90 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 13 | Motilium 10 mg | Padat | Janssen | - | 20 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 14 | Exforge | Padat | Novartis | - | 28 | Blister/14 tablet | Obat TIE |
| 15 | Hytrin | Padat | Abbott- Malaysia | - | 168 | Blister/14 tablet | Obat TIE |
| 16 | Hyzaar | Padat | Merck UK | - | 90 | Blister/15 tablet | Obat TIE |
| 17 | Keppra | Padat | Glaxo Smith Kline | - | 100 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 18 | Jardiance 10 mg | Padat | Boehringer Ingelheim | - | 90 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 19 | Refresh plus drop | Cair | Allergan Irlandia | - | 60 | Botol/0,4 ml | Obat TIE |
| 20 | Azopt 5 ml | Cair | Alcon Belgia | - | 10 | Botol/5 ml | Obat TIE |
| 21 | Dulcolax 5 mg | Padat | Delpharm Reims Prancis | - | 400 | Blister/20tablet | Obat TIE |
| 22 | Taflotan 2,5 ml | Cair | Santen Pharmaceutical Jepang | - | 12 | Botol/2,5 ml | Obat TIE |
| 23 | Blackmores Vitamin D 3 1000 IU | Padat | Blackmores Ltd Australia | - | 120 | Botol/60 kapsul | Obat TIE |
| 24 | Betadine Sore Throat Spray 50 ml | Cair | Mundipharma-Cyprus | - | 4 | Botol/50 ml | Obat TIE |
| 25 | Nasacort AQ | Cair | Aventis UK | - | 3 | Botol/120 spray | Obat TIE |
| 26 | Zanidip 10 mg | Padat | Abbott-Italia | - | 56 | Blister/28 tablet | Obat TIE |
| 27 | Inderal 10 mg | Padat | PT. Astra zeneca China | - | 400 | Botol/100 tablet | Obat TIE |
| 28 | Fucicort | Semi Padat | LEO Laboratories Irlandia | - | 3 | Tube/15 g | Obat TIE |
| 29 | Arcalion 200 | Padat | Les Laboratories Prancis | - | 60 | Botol/30 tablet | Obat TIE |
| 30 | Acular | Cair | Allergan Irlandia | - | 1 | Botol/5 ml | Obat TIE |
| 31 | Alphagan 5 ml | Cair | Allergan Irlandia | - | 2 | Botol/15 ml | Obat TIE |
| 32 | Medostatin 20 mg | Padat | Medochemie Cyprus | - | 100 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 33 | Beprosalic | Semi Padat | Hoe Pharmaceutical Malaysia | - | 2 | Tube/15 g | Obat TIE |
| 34 | Pariet 20 mg | Padat | Eisai Jepang | - | 14 | Blister/14 tablet | Obat TIE |
| 35 | Seretide Evoheler | Cair | Glaxo Wellcome Spanyol | - | 1 | Botol/120 spray | Obat TIE |
| 36 | obat tanpa kemasan/curah Cen Fei Wan | Padat | - | - | 12 | Bungkus/100 | Obat TIE |
| 37 | Lipitor | Padat | Pfizer | - | 90 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 38 | Actonel Once a week 35 mg | Padat | Balkanpharma-Dupnitsa AD | - | 8 | Blister/4 tablet | Obat TIE |
| 39 | Plavix 75 mg | Padat | Sanovi Prancis | - | 168 | Blister/14 tablet | Obat TIE |
| 40 | Forxiga | Padat | AstraZeneca- USA | - | 84 | Blister/14 tablet | Obat TIE |
| 41 | Nexium mups | Padat | AstraZeneca- China | - | 28 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 42 | Tamiflu Osltamivir 75 mg | Padat | Roche-Switzerland | - | 20 | Blister/10 kapsul | Obat TIE |
| 43 | Cialis 5 mg | Padat | Lilly del Caribe | - | 56 | Blister/14 tablet | Obat TIE |
| 44 | Janumet | Padat | Patheon Puerto Rico | - | 504 | Blister/7 tablet | Obat TIE |
| 45 | Baraclude (entecavir) | Padat | Bristol Myers Squibb | - | 60 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 46 | Crestor 10 ml | Padat | Astra Zeneca | - | 336 | Blister/14 tablet | Obat TIE |
| 47 | Storvas C20 | Padat | Ranbaxy | - | 100 | Blister/10 tablet | Obat TIE |
| 48 | Plaendil 5 mg | Padat | Astra Zeneca | - | 60 | Blister/15 tablet | Obat TIE |
| 49 | Tiger balm | Padat | Tigel Balm Malaysia | - | 3 | Botol/30 g | Obat TIE |
| 50 | Bio Nerve | Padat | PT. Eleska Prima tiga Tangerang Indonesia | POM TR 193437221 | 2.865.320 | Botol/40 pil | OT TIE/palsu/No Fiktif |
| 51 | Himalaya Mineral Rock Salt 400 g | Padat | Wide Tropism Trading BHD | - | 3 | Bungkus/400 g | Obat TIE |
| 52 | Original mixs grains 1,2 kg | Padat | Happy Grains | - | 1 | Pot/1,2 kg | Obat TIE |
| 53 | Natural Clenx tea | Padat | Multiherbs Malaysia | - | 1 | Kotak/20 tea bag | Obat TIE |
| 54 | Pharmaton capsul | Padat | Swisscaps Switzerland | - | 300 | Botol/100 tablet | Obat TIE |
| 55 | Pharmaton capsul | Padat | Swisscaps Switzerland | - | 90 | Botol/30 tablet | Obat TIE |
| 56 | Lacto 5 | Padat | Herbal science Malaysia | - | 180 | Botol/90 kapsul | Obat TIE |
| 57 | Lacto 5 | Padat | Herbal science Malaysia | - | 30 | Botol/30 kapsul | Obat TIE |
| 58 | Vitalus plus | Padat | Alcon | - | 28 | Blister/14 Tablet | Obat TIE |
| 59 | Seven Seas Multi Vitamin 500 ml | Cair | Hovid Malaysia | - | 1 | Botol/500 ml | Obat TIE |
| 60 | Seven Seas Multi Vitamin 100 ml | Cair | Hovid Malaysia | - | 1 | Botol/100 ml | Obat TIE |
| 61 | Alerten Q 100 | Padat | Mega lifesciences Thailand | - | 30 | Blister/10 Tablet | Obat TIE |
| 62 | Blackmores omega triple | Padat | Blackmores Ltd Australia | - | 150 | Botol/130 kapsul | Obat TIE |
| 63 | Fruti Veggie Fiber | Padat | Kinabalu Pharmacy | - | 1 | Kotak/14 sachet | Obat TIE |
| 64 | Natural Vitamin E 400 IU | Padat | Robinson Pharma USA | - | 120 | Botol/60 sotgel | Obat TIE |
| 65 | NeuroGain 90 DHA Vegicaps | Padat | Catalent Germany Eberbach | - | 180 | Botol/ 60 kapsul | Obat TIE |
| 66 | Kemasan Sekunder Janumet (Box) | Padat | - | - | 9 | Lembar | - |
| 67 | Kemasan Sekunder Keppra 500 mg (Box) | Padat | - | - | 1 | Lembar | - |
| 68 | Kemasan Sekunder Concor 2,5 mg (Box) | Padat | - | - | 2 | Lembar | - |
| 69 | Kemasan Sekunder Concor 5 mg (Box) | Padat | - | - | 2 | Lembar | - |
| 70 | Kemasan Sekunder Vitalux Plus Omega 3 Capsule (Box) | Padat | - | - | 1 | Lembar | - |
| 71 | Kemasan Sekunder Exforge (Box) | Padat | - | - | 1 | Lembar | - |
| 72 | Kemasan Sekunder Plendil 5mg (Box) | Padat | - | - | 2 | Lembar | - |
| 73 | Kemasan Lipanthyl Penta 145mg (Box) | Padat | - | - | 2 | Lembar | - |
| 74 | Kemasan Sekunder Ranbaxy Storvas C20 (Box) | Padat | - | - | 1 | Lembar | - |
| 75 | Kemasan Sekunder Crestor 10 mg (Box) | Padat | - | - | 12 | Lembar | - |
| 76 | Kemasan Sekunder Atacand Plus 16/12,5 mg (Box) | Padat | - | - | 9 | Lembar | - |
| 77 | Kemasan Sekunder Clopivid Tablet (Box) | Padat | - | - | 4 | Lembar | - |
| 78 | Kemasan Sekunder Micardis Plus 80/12,5 mg (Box) | Padat | - | - | 2 | Lembar | - |
| 79 | Kemasan sekunder Glucophage XR 500mg (Box) | Padat | - | - | 1 | Lembar | - |
| 80 | Brosur Obat Padat | Padat | - | - | 1 | Ikat | - |
| 81 | Dokumen Pembelian/Faktur Pembelian | Padat | - | - | 1 | Berkas | - |
Dimusnahkan.
Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sejumlah Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);
Menimbang, bahwa terhadap putusan tersebut Penuntut Umum telah menyatakan banding dihadapan Panitera Pengadilan Negeri Rokan Hilir pada tanggal 7 Juni 2022 Nomor 67/Akta.Pid.Sus/2022/PN Rhl Jo Nomor 53/Pid.Sus/2022/PN Rhl dan permintaan banding tersebut telah diberitahukan dengan cara seksama kepada Terbanding pada tanggal 9 Juli 2022;
Menimbang, bahwa selanjutnya kepada Penuntut Umum dan
kepada Terdakwa masing-masing pada tanggal 8 Juni 2022 telah
diberitahukan dan diberi waktu untuk mempelajari dan memeriksa berkas perkara (Inzage) sebelum dikirimkan ke Pengadilan Tinggi Pekanbaru ;
Menimbang, bahwa permintaan akan pemeriksaan dalam ditingkat banding oleh Jaksa Penuntut Umum telah diajukan dalam tenggang waktu dan tata cara serta syarat-syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang, maka permintaan banding tersebut secara formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa dalam perkara ini Penuntut Umum tidak mengajukan Memori Banding;
Menimbang, bahwa meskipunJaksa Penuntut Umum mengajukan banding atas perkara ini akan tetapi tidak ada mengajukan memori banding sehingga Pengadilan Tinggi tidak mengetahui apa yang menjadi keberatan dari jaksa Penuntut Umum;
Menimbang, bahwa setelah Pengadilan Tinggi mempelajari dengan seksama berkas perkara dan turunan resmi putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor 53/Pid.Sus/2022/PN Rhl tanggal 7 Juni 2022, Pengadilan Tinggi sependapat dengan, pertimbangan Hakim Tingkat Pertama tentang pasal yang terbukti dilakukan oleh Terdakwa sehingga pertimbangan hakim Tingkat pertama tersebut diambil alih dan dijadikan oleh pengadilan Tinggi menjadi pertimbangannya dalam memutus perkara ini dalam tingkat banding, kecuali mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa menurut Pengadilan Tinggi haruslah dinaikkan guna pembelajaran bagi Terdakwa dan masyarakat lainya dikemudian hari untuk tidak mengulanginya lagi, karena perbuatan Terdakwa tersebut seandainya sudah terlaksana adalah berbahaya bagi kesehatan masyarakat;
Menimbang, bahwa disamping hal-hal yang memberatkan seperti disebutkan Pengadilan Tingkat pertama, Pengadilan Tinggi menambahkan hal-hal yang memberatkan dimana barang tersebut diperoleh dari luar negeri ;
Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan diatas, maka putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor 53/Pid.Sus/2022/PN Rhl tanggal 7 Juni 2022 haruslah diperbaiki sekedar mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa sedangkan putusan selebihnya dapat dikuatkan yang amarnya sebagaimana tersebut dibawah ini;
Menimbang, bahwa karena Terdakwa dijatuhkan pidana, maka kepadanya dibebankan membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan;
Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap Terdakwa telah dilakukan penangkapan dan penahanan yang sah maka berdasarkan ketentuan pasal 33 ayat (1) KUHP jo pasal 22 ayat (4) KUHAP maka lamanya penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa tersebut haruslah dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;
Menimbang, bahwa karena Terdakwa berada dalam tahanan,
menurut ketentuan pasal 21 jo pasal 27 ayat (1), (2) jo pasal 193 ayat (2) KUHAP tidak ada alasan Terdakwa dikeluarkan dari tahanan, maka Terdakwa haruslah tetap berada dalam tahanan;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah, maka kepada Terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat pengadilan yang untuk tingkat banding besarnya ditentukan dalam amar putusan;
Undang-undang Nomor 8 tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana;
Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan;
Peraturan Perundang-undangan yang berkaitan;
M E N G A D I L I :
Menerima Permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum;
Memperbaiki Putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir Nomor 53/Pid.Sus/2022/PN Rhl tanggal 7 Juni 2022 mengenai pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa sehingga amarnya berbunyi sebagai berikut;
Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 (delapan) bulan;
Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Rokan Hilir tersebut untuk selebihnya;
Menyatakan lamanya Terdakwa berada dalam tahanan dikurangi segenapnya dengan pidana yang dijatuhkan tersebut ;
Memerintahkan Terdakwa berada dalam tahanan ;
Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam kedua tingkat Pengadilan, sedangkan ditingkat banding sebesar Rp5.000,00 (lima ribu rupiah);
Demikian diputus dalam musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Riau pada hari Kamis tanggal 14 Juli 2022 oleh kami Nelson Samosir, S.H.,M.H, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Riau sebagai Hakim Ketua Majelis, IMAN GULTOM, S.H.,M.H dan Sri Endang Amperawati Ningsih, S.H.,M.H., para Hakim Tinggi sebagai Hakim Anggota yang ditunjuk berdasarkan Penetapan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Riau Nomor 331/PID.SUS/2022/PT PBR tanggal 7 Juni 2022 untuk mengadili perkara ini, dan putusan tersebut diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari dan tanggal itu juga, oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh Hakim-Hakim Anggota tersebut, serta Hj.ROSVIATI, S.H, Panitera
Pengganti pada Pengadilan Tinggi Riau tanpa dihadiri oleh Penuntut Umum dan Terdakwa ;
Hakim-Hakim Anggota : Hakim Ketua Majelis.
Iman Gultom,S.H.,M.HNelson Samosir, S.H.,M.H,
Sri Endang Amperawati Ningsih,S.H.,M.H
Panitera Pengganti
Hj. Rosviati,S.H,-