233/Pid.Sus/2018/PN Pli
Putusan PN PELAIHARI Nomor 233/Pid.Sus/2018/PN Pli
Defendants / Respondents (1)
Responding side
Defendant (1)
Muhammad Risyki Bin M. Fadhil (Alm)
Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana denda sebesar Rp 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 5 (lima) bulan;
PUTUSAN
Nomor 233/Pid.Sus/2018/PN Pli
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
Pengadilan Negeri Pelaihari yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa:
Nama lengkap : Muhammad Risyki Bin M. Fadhil (Alm).
Tempat lahir : Martapura.
Umur/ Tanggal lahir : 45 Tahun/ 6 November 1973.
Jenis kelamin : Laki-laki.
Kebangsaan : Indonesia.
Tempat tinggal : Jalan Datu Daim RT.06 Rw.02 Kelurahan Pelaihari, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.
Agama : Islam.
Pekerjaan : Swasta.
Terdakwa Muhammad Risyki Bin M. Fadhil (Alm) ditangkap pada tanggal 14 Mei 2018;
Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penuntut Umum, sejak tanggal 6 September 2018 sampai dengan tanggal 25 September 2018;
2. Hakim Pengadilan Negeri, sejak tanggal 14 September 2018 sampai dengan tanggal 13 Oktober 2018;
3. Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri, sejak tanggal 14 Oktober 2018 sampai dengan tanggal 12 Desember 2018;
Terdakwa didampingi oleh:
Hj. SUNARTI, SH. Advocat/ Pengacara dari Yayasan LEMBAGA BANTUAN HUKUM TANAH LAUT, yang beralamat di Jalan Karang Jawa Rt.02 Rw.01 Kelurahan Karang Taruna Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, dalam persidangan perkara ini berdasarkan Surat Penetapan Nomor 233/Pid.Sus/2018/PN Pli, tanggal 17 September 2018;
WANTO A. SALAN K., SH.,MH. Advokat-Pengacara dari Kantor Hukum WANTO A.SALAN K, SH.MH. & REKAN yang beralamat di Jalan Pangeran Hidayatullah Komplek Abdi Persada Jaya Blok B No.11 Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 1 Oktober 2018, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Pelaihari tanggal 1 Oktober 2018 Nomor 64/Leg/SK/2018/PN Pli;
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pelaihari Nomor 233/Pen.Pid/2018/PN Pli tanggal 14 September 2018 tentang penunjukan Majelis Hakim;
Penetapan Majelis Hakim Nomor 233/Pid.Sus/2018/PN Pli tanggal 14 September 2018 tentang penetapan hari sidang;
Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, Ahli dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
Menyatakan Terdakwa MUHAMMAD RISYKI Bin M. FADHIL (Alm) bersalah melakukan tindak sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 198 Jo. Pasal 108 UURI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan sebagaimana dalam dakwaan Ketiga atas diri terdakwa;
Menjatuhkan hukuman kepada Terdakwa MUHAMMAD RISYKI Bin M. FADHIL (Alm) berupa pidana Denda sebesar_ Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta) rupiah, apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan 3 (tiga)bulan kurungan, pidana tersebut dikurangkan sepenuhnya selama terdakwa menjalani penahanan sementara dengan perintah tetap ditahan.
Barang bukti berupa:
371 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu) macam Obat Keras Daftar G, 3 (Tiga) macam Obat TIE dan 16 (Enam Belas) macam Obat Tradisional TIE sebagaimana dalam daftar barang bukti.
DIRAMPAS UNTUK DIMUSNAHKAN.
Menetapkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,- (lima ribu rupiah).
Setelah mendengar pembelaan Terdakwa dan atau Penasihat Hukum Terdakwa yang pada pokoknya sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum hanya memohon keringanan hukuman;
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum terhadap pembelaan Terdakwa yang pada pokoknya tetap pada tuntutan;
Setelah mendengar Tanggapan Terdakwa terhadap tanggapan Penuntut Umum yang pada pokoknya tetap pada permohonan keringanan hukumannya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
KESATU:
Bahwa terdakwa MUHAMMAD RISYKI Bin M. FADHIL (Alm), pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 sekitar jam 11.45 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain masih dalam bulan Mei tahun 2018 atau setidak-tidaknya pada Tahun 2018 bertempat di Gudang TO AMAT di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plasa Blok A III No. 06, Pelaihari, Kab. Tanah Laut atau atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pelaihari yang berwenang memeriksa dan mengadilinya, setiap orangyang sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/ atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1), yang dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, saksi Hanip Anwar bersama dengan saksi Aderian Noor Fadillah (keduanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Balai Besar POM di Banjarmasin) berdasarkan Surat Tugas Kepala BBPOM Banjarmasin No. PR.09.01.993.03.18.0483.P melakukan Operasi penertiban pelanggaran tindak pidana Obat dan Makanan yaitu dengan melaksanakan razia dan pengamanan sediaan farmasi Tanpa Izin Edar dan Obat Keras Daftar G bertempat di GUDANG TO AMAT yang beralamatkan di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plasa Blok A III No. 06, Pelaihari, Kab. Tanah Laut yang merupakan milik Terdakwa Muhammad Risyki Bin M. Fadhil (Alm).
Bahwa dari hasil pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa : 3 (Tiga) macam Obat Tanpa Iizin Edar, 16 (Enam Belas) macam Obat Tradisional Tanpa Iizin Edar dan 371 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu) macam Obat Keras Daftar G, yaitu : Pi Kang Shuang sebanyak 24 tube, Dermovate Cream sebanyak 8 tube, Obsagi sebanyak 1650 sachet, Jamu Godong Ijo sebanyak 50 sachet, Ginseng Kianpi Pil Gold sebanyak 8 botol, Ginseng Kianpi Pil sebanyak 6 botol, Daun Muda sebanyak 20 sachet, Urat Badak sebanyak 26 sachet, Montalin sebanyak 70 sachet, Hercules X sebanyak 68 sachet, Ramuan Dayak sebanyak 25 sachet, Africa Black Ant sebanyak 22 sachet, Kuda Mesir sebanyak 16 sachet, Urat Madu sebanyak 10 sachet, Hajar Jahanam 6 sachet, Samyun Wan sebanyak 15 botol, Chang San sebanyak 130 sachet, Super Kecetit sebanyak 170 sachet, Rapet Malam 120 sachet, Hufanoxil syrup sebanyak 72 botol, Yusimox Forte syrup sebanyak 98 botol, Mucos syrup sebanyak 7 botol, Chlorexol syrup sebanyak 10 botol, Yusimox syrup sebanyak 22 botol, Solpenox syrup sebanyak 33 botol, Vosea syrup sebanyak 56 botol, Dionicol syrup sebanyak 11 botol, dan seterusnya sebagaimana yang tercantum dalam Daftar Barang Bukti yang Disita, selanjutnya barang bukti yang disita oleh PPNS BBPOM Banjarmasin tersebut dibawa ke Balai Besar POM di Banjarmasin untuk dipergunakan dalam proses hukum selanjutnya.
Bahwa Obat dan obat tradisional yang ditemukan tersebut tidak mencantumkan izin edar pada kemasannya atau mencantumkan nomor fiktif, bahkan diantara obat tradisional yang disita terdapat obat tradisional yang telah masuk dalam public warning Badan POM seperti Montalin dan Godong Ijo. Sedangkan Obat Keras Daftar G dilihat dari kemasannya yang mencantumkan logo “K” dalam lingkaran hitam dengan dasar merah serta terdapat tulisan “Harus Dengan Resep Dokter”.
Bahwa berdasarkan keterangan Ahli Firmansyah Adi Kurniawan, S.farm., Apt. Obat dan obat tradisional yang telah disita dan dijadikan barang bukti tersebut tidak memiliki izin edar dan tidak terdapat nomor izin edar pada kemasan obat tradisional atau mencantumkan nomor izin edar yang fiktif. Produk-produk obat tradisional tersebut juga tidak terdapat dalam database produk teregistrasi Badan POM oleh karena itu tidak diperbolehkan untuk diperjual belikan maupun di edarkan lagi karena tidak terdapat ijin edarnya.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 Jo. 106 ayat (1) UURI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
ATAU
KEDUA:
Bahwa terdakwa MUHAMMAD RISYKI Bin M. FADHIL (Alm), pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 sekitar jam 11.45 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain masih dalam bulan Mei tahun 2018 atau setidak-tidaknya pada Tahun 2018 bertempat di Gudang TO AMAT di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plasa Blok A III No. 06, Pelaihari, Kab. Tanah Laut atau atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pelaihari yang berwenang memeriksa dan mengadilinya, setiap orang yang sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/ atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standart dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagaimana dimaksud dalam pasal 98 ayat (2) dan (3), yang dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, saksi Hanip Anwar bersama dengan saksi Aderian Noor Fadillah (keduanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Balai Besar POM di Banjarmasin) berdasarkan Surat Tugas Kepala BBPOM Banjarmasin No. PR.09.01.993.03.18.0483.P melakukan Operasi penertiban pelanggaran tindak pidana Obat dan Makanan yaitu dengan melaksanakan razia dan pengamanan sediaan farmasi Tanpa Izin Edar dan Obat Keras Daftar G bertempat di GUDANG TO AMAT yang beralamatkan di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plasa Blok A III No. 06, Pelaihari, Kab. Tanah Laut yang merupakan milik Terdakwa Muhammad Risyki Bin M. Fadhil (Alm).
Bahwa dari hasil pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa : 3 (Tiga) macam Obat Tanpa Iizin Edar, 16 (Enam Belas) macam Obat Tradisional Tanpa Iizin Edar dan 371 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu) macam Obat Keras Daftar G, yaitu : Pi Kang Shuang sebanyak 24 tube, Dermovate Cream sebanyak 8 tube, Obsagi sebanyak 1650 sachet, Jamu Godong Ijo sebanyak 50 sachet, Ginseng Kianpi Pil Gold sebanyak 8 botol, Ginseng Kianpi Pil sebanyak 6 botol, Daun Muda sebanyak 20 sachet, Urat Badak sebanyak 26 sachet, Montalin sebanyak 70 sachet, Hercules X sebanyak 68 sachet, Ramuan Dayak sebanyak 25 sachet, Africa Black Ant sebanyak 22 sachet, Kuda Mesir sebanyak 16 sachet, Urat Madu sebanyak 10 sachet, Hajar Jahanam 6 sachet, Samyun Wan sebanyak 15 botol, Chang San sebanyak 130 sachet, Super Kecetit sebanyak 170 sachet, Rapet Malam 120 sachet, Hufanoxil syrup sebanyak 72 botol, Yusimox Forte syrup sebanyak 98 botol, Mucos syrup sebanyak 7 botol, Chlorexol syrup sebanyak 10 botol, Yusimox syrup sebanyak 22 botol, Solpenox syrup sebanyak 33 botol, Vosea syrup sebanyak 56 botol, Dionicol syrup sebanyak 11 botol, dan seterusnya sebagaimana yang tercantum dalam Daftar Barang Bukti yang Disita, selanjutnya barang bukti disita oleh PPNS BBPOM Banjarmasin tersebut dibawa ke Balai Besar POM di Banjarmasin untuk dipergunakan dalam proses hukum selanjutnya.
Bahwa Obat dan obat tradisional yang ditemukan tersebut tidak mencantumkan izin edar pada kemasannya atau mencantumkan nomor fiktif, bahkan diantara obat tradisional yang disita terdapat obat tradisional yang telah masuk dalam public warning Badan POM seperti Montalin dan Godong Ijo. Sedangkan Obat Keras Daftar G dilihat dari kemasannya yang mencantumkan logo “K” dalam lingkaran hitam dengan dasar merah serta terdapat tulisan “Harus Dengan Resep Dokter”.
Bahwa berdasarkan keterangan Ahli Firmansyah Adi Kurniawan, S.farm., Apt. Obat dan obat tradisional yang telah disita dan dijadikan barang bukti tersebut tidak memiliki izin edar dan tidak terdapat nomor izin edar pada kemasan obat tradisional atau mencantumkan nomor izin edar yang fiktif. Produk-produk obat tradisional tersebut juga tidak terdapat dalam database produk teregistrasi Badan POM oleh karena itu tidak diperbolehkan untuk diperjual belikan maupun di edarkan lagi karena tidak terdapat ijin edarnya.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 196 Jo. pasal 98 ayat (2) dan (3) UURI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
ATAU
KETIGA:
Bahwa terdakwa MUHAMMAD RISYKI Bin M. FADHIL (Alm), pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 sekitar jam 11.45 WITA atau setidak-tidaknya pada waktu lain masih dalam bulan Mei tahun 2018 atau setidak-tidaknya pada Tahun 2018 bertempat di Gudang TO AMAT di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plasa Blok A III No. 06, Pelaihari, Kab. Tanah Laut atau atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Pelaihari yang berwenang memeriksa dan mengadilinya, Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108, yang dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Bahwa pada waktu dan tempat tersebut diatas, saksi Hanip Anwar bersama dengan saksi Aderian Noor Fadillah (keduanya Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Balai Besar POM di Banjarmasin) berdasarkan Surat Tugas Kepala BBPOM Banjarmasin No. PR.09.01.993.03.18.0483.P melakukan Operasi penertiban pelanggaran tindak pidana Obat dan Makanan yaitu dengan melaksanakan razia dan pengamanan sediaan farmasi Tanpa Izin Edar dan Obat Keras Daftar G bertempat di GUDANG TO AMAT yang beralamatkan di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plasa Blok A III No. 06, Pelaihari, Kab. Tanah Laut yang merupakan milik Terdakwa Muhammad Risyki Bin M. Fadhil (Alm).
Bahwa dari hasil pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa : 3 (Tiga) macam Obat Tanpa Iizin Edar, 16 (Enam Belas) macam Obat Tradisional Tanpa Iizin Edar dan 371 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu) macam Obat Keras Daftar G, yaitu : Pi Kang Shuang sebanyak 24 tube, Dermovate Cream sebanyak 8 tube, Obsagi sebanyak 1650 sachet, Jamu Godong Ijo sebanyak 50 sachet, Ginseng Kianpi Pil Gold sebanyak 8 botol, Ginseng Kianpi Pil sebanyak 6 botol, Daun Muda sebanyak 20 sachet, Urat Badak sebanyak 26 sachet, Montalin sebanyak 70 sachet, Hercules X sebanyak 68 sachet, Ramuan Dayak sebanyak 25 sachet, Africa Black Ant sebanyak 22 sachet, Kuda Mesir sebanyak 16 sachet, Urat Madu sebanyak 10 sachet, Hajar Jahanam 6 sachet, Samyun Wan sebanyak 15 botol, Chang San sebanyak 130 sachet, Super Kecetit sebanyak 170 sachet, Rapet Malam 120 sachet, Hufanoxil syrup sebanyak 72 botol, Yusimox Forte syrup sebanyak 98 botol, Mucos syrup sebanyak 7 botol, Chlorexol syrup sebanyak 10 botol, Yusimox syrup sebanyak 22 botol, Solpenox syrup sebanyak 33 botol, Vosea syrup sebanyak 56 botol, Dionicol syrup sebanyak 11 botol, dan seterusnya sebagaimana yang tercantum dalam Daftar Barang Bukti yang Disita, selanjutnya barang bukti disita oleh PPNS BBPOM Banjarmasin tersebut dibawa ke Balai Besar POM di Banjarmasin untuk dipergunakan dalam proses hukum selanjutnya.
Bahwa Obat dan obat tradisional yang ditemukan tersebut tidak mencantumkan izin edar pada kemasannya atau mencantumkan nomor fiktif, bahkan diantara obat tradisional yang disita terdapat obat tradisional yang telah masuk dalam public warning Badan POM seperti Montalin dan Godong Ijo. Sedangkan Obat Keras Daftar G dilihat dari kemasannya yang mencantumkan logo “K” dalam lingkaran hitam dengan dasar merah serta terdapat tulisan “Harus Dengan Resep Dokter”.
Bahwa berdasarkan keterangan Ahli Firmansyah Adi Kurniawan, S.farm., Apt. Obat dan obat tradisional yang telah disita dan dijadikan barang bukti tersebut tidak memiliki izin edar dan tidak terdapat nomor izin edar pada kemasan obat tradisional atau mencantumkan nomor izin edar yang fiktif. Produk-produk obat tradisional tersebut juga tidak terdapat dalam database produk teregistrasi Badan POM oleh karena itu tidak diperbolehkan untuk diperjual belikan maupun di edarkan lagi karena tidak terdapat ijin edarnya.
Bahwa latar belakang pendidikan Terdakwa MUHAMMAD RISYKI Bin M. FADHIL (Alm) adalah Sekolah Aliyah dan tidak memiliki latar belakang pendidikan kefarmasian serta hanya memiliki Toko Obat dengan demikian tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan pekerjaan kefarmasian berupa menyimpan dan mengedarkan Obat Keras. Sehingga Terdakwa MUHAMMAD RISYKI Bin M. FADHIL (Alm) bukanlah termasuk orang memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan pekerjaan kefarmasian.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 198 Jo. Pasal 108 UURI No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum, Terdakwa tidak mengajukan keberatan;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan 2 (dua) Saksi sebagai berikut:
HANIP ANWAR, SH.,MH dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Bahwa pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 pukul 11.45 WITA, bertempat di Gudang Toko AMAT milik Terdakwa yang beralamat di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plaza Blok A III No.6 Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, saksi telah melakukan penangkapan terhadap Terdakwa, kerena telah menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi tanpa ijin edar;
Bahwa pada saat saksi menggeledah Gudang milik Terdakwa ditemukan:
371 (tiga ratus tujuh puluh satu) macam Obat Keras Daftar G;
3 (tiga) macam Obat Tanpa Ijin Edar;
16 (enam belas) macam Obat Tradisional Tanpa Ijin Edar;
Bahwa saksi mengetahui Terdakwa menjual obat-obatan tanpa izin edar karena sebelumnya saksi dan tim dari BPOM telah melakukan pemantauan, saat itu saksi berpura-pura sebagai pembeli lalu menanyakan obat, lalu Terdakwa mengambilkan obat tersebut didalam gudang miliknya;
Bahwa jarak antara Toko dengan Gudang sekitar 20 (dua puluh) meter;
Bahwa ciri-ciri obat yang termasuk dalam daftar G adalah dilihat pada kemasan Obat ada simbol (K) berwarna merah, untuk obat tersebut harus disertai dengan resep Dokter, untuk Obat Tradisional Tanda Ijin Edar yaitu tidak ada Nomor Registrasi yang resmi;
Bahwa pekerjaan Terdakwa adalah menjual Obat-Obatan, ditoko tersebut tertuli Toko Obat;
Bahwa Terdakwa mendapatkan obat-obataan yang termasuk Daftar G dan obat tradisional tersebut dari SALES yang mengantar ke Toko milik Terdakwa;
Bahwa aktivitas jual beli obat-obataan yang termasuk Daftar G dan obat tradisional tanpa ijin edar dilakukan di Toko, namun barangnya diambilkan di Gudang;
Bahwa saksi tidak mengetahui apakah pendidikan Terdakwa, namun setahu saksi Terdakwa tidak ada keahlian dibidang Farmasi/ Apoteker;
Bahwa menurut keterangan Terdakwa, dia menjual Obat sudah 2 (dua) tahun;
Bahwa obat-obataan yang termasuk Daftar G dan obat tradisional tanpa ijin edar tersebut disimpan didalam rak yang tersembunyi yang ada didalam Gudang;
Bahwa Toko milik Terdakwa bernama “Toko Obat AMAT”sedangkan gudang tidak ada nama;
Bahwa Yang berhak mengeluarkan Ijin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM);
Bahwa tidak semua Obat masuk dalam pengawasan BPOM, mereka yang mendistribusikan Obat tidak tercatat dalam BPOM, dan masuk dalam Obat Tanpa Ijin Edar, termasuk Obat Kuat dan Jamu Tradisional;
Bahwa Obat tradisional tanpa ijin edar tersebut tidak diketahui kandungan didalamnya apa saja, dan bisa membahayakan orang lain jika dikonsumsi, sedangkan menjual obat-obatan tanpa mengetahui kandungan dan aturan pakai akan membahayakan bagi pembeli atau yang mengkonsumsi obat tersebut;
Bahwa Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selalu koordinasi dengan Dinas Kesehatan, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di Balai Desa, agar masyarakat mengetahuinya;
Bahwa obat-obataan yang termasuk Daftar G dan obat tradisional tanpa ijin edar tidak dipajang di Toko, jika ada konsumen yang mencari akan diambilkan di Gudang;
Bahwa terdapat perbedaan antara obat yang tidak memiliki ijin edar dengan obat yang dicabut ijin edarnya yaitu Obat tanpa ijin edar yaitu Obat yang tidak pernah diproduksi oleh pabrik Obat, namun sudah diproduksi sendiri dengan hasil produksi rumahan, sedangkan Obat yang dicabut Ijn Edarnya adalah obat yang sudah diproduksi namun sudah dicabut ijin edarnya karena hal-hal tertentu seperti Obat Carnophen yang sudah dicabut ijin edarnya;
Bahwa Obat dalam daftar G boleh diedarkan, namun harus ada resep dari Dokter, biasanya Obat tersebut bertanda khusus yaitu tanda (K) berwarna merah;
Bahwa Obat-obat yang berasal dari luar negeri misalnya Obat kuat, tidak pernah didaftarkan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan jika obat tersebut beredar berarti Obat tersebut ILLEGAL;
Bahwa untuk obat-obatan dari Luar negeri diperbolehkan beredar di Indonesia, namun harus di teliti terlebih dahulu dan Distributornya harus jelas, agar tidak membahayakan konsumen;
Bahwa tidak semua barang bukti tidak ada ijin edarnya, yang tidak ada ijin edarnya yaitu Obat Kuat/ Jamu tradisional, dan masih banyak lagi yaitu ada 3 (tiga) macam obat yang tidak ada ijin edarnya, 371 (tiga ratus tujuh puluh satu) obat keras Daftar G, dan 16 (enam belas) obat tradisional yang tidak ada ijin edarnya;
Terhadap keterangan saksi, Terdakwa memberikan pendapat bahwa keterangan saksi benar dan Terdakwa tidak keberatan;
ADERIAN NOOR FADILLAH dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Bahwa pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 pukul 11.45 WITA, bertempat di Gudang Toko AMAT milik Terdakwa yang beralamat di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plaza Blok A III No.6 Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, saksi telah melakukan penangkapan terhadap Terdakwa, kerena telah menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi tanpa ijin edar;
Bahwa pada saat saksi menggeledah Gudang milik Terdakwa ditemukan:
371 (tiga ratus tujuh puluh satu) macam Obat Keras Daftar G;
3 (tiga) macam Obat Tanpa Ijin Edar;
16 (enam belas) macam Obat Tradisional Tanpa Ijin Edar;
Bahwa saksi mengetahui Terdakwa menjual obat-obatan tanpa izin edar karena sebelumnya saksi dan tim dari BPOM telah melakukan pemantauan, saat itu saksi berpura-pura sebagai pembeli lalu menanyakan obat, lalu Terdakwa mengambilkan obat tersebut didalam gudang miliknya;
Bahwa jarak antara Toko dengan Gudang sekitar 20 (dua puluh) meter;
Bahwa ciri-ciri obat yang termasuk dalam daftar G adalah dilihat pada kemasan Obat ada simbol (K) berwarna merah, untuk obat tersebut harus disertai dengan resep Dokter, untuk Obat Tradisional Tanda Ijin Edar yaitu tidak ada Nomor Registrasi yang resmi;
Bahwa pekerjaan Terdakwa adalah menjual Obat-Obatan, ditoko tersebut tertuli Toko Obat;
Bahwa Terdakwa mendapatkan obat-obataan yang termasuk Daftar G dan obat tradisional tersebut dari SALES yang mengantar ke Toko milik Terdakwa;
Bahwa aktivitas jual beli obat-obataan yang termasuk Daftar G dan obat tradisional tanpa ijin edar dilakukan di Toko, namun barangnya diambilkan di Gudang;
Bahwa saksi tidak mengetahui apakah pendidikan Terdakwa, namun setahu saksi Terdakwa tidak ada keahlian dibidang Farmasi/ Apoteker;
Bahwa menurut keterangan Terdakwa, dia menjual Obat sudah 2 (dua) tahun;
Bahwa obat-obataan yang termasuk Daftar G dan obat tradisional tanpa ijin edar tersebut disimpan didalam rak yang tersembunyi yang ada didalam Gudang;
Bahwa Toko milik Terdakwa bernama “Toko Obat AMAT”sedangkan gudang tidak ada nama;
Bahwa Yang berhak mengeluarkan Ijin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM);
Bahwa tidak semua Obat masuk dalam pengawasan BPOM, mereka yang mendistribusikan Obat tidak tercatat dalam BPOM, dan masuk dalam Obat Tanpa Ijin Edar, termasuk Obat Kuat dan Jamu Tradisional;
Bahwa Obat tradisional tanpa ijin edar tersebut tidak diketahui kandungan didalamnya apa saja, dan bisa membahayakan orang lain jika dikonsumsi, sedangkan menjual obat-obatan tanpa mengetahui kandungan dan aturan pakai akan membahayakan bagi pembeli atau yang mengkonsumsi obat tersebut;
Bahwa Pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) selalu koordinasi dengan Dinas Kesehatan, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat di Balai Desa, agar masyarakat mengetahuinya;
Bahwa obat-obataan yang termasuk Daftar G dan obat tradisional tanpa ijin edar tidak dipajang di Toko, jika ada konsumen yang mencari akan diambilkan di Gudang;
Bahwa terdapat perbedaan antara obat yang tidak memiliki ijin edar dengan obat yang dicabut ijin edarnya yaitu Obat tanpa ijin edar yaitu Obat yang tidak pernah diproduksi oleh pabrik Obat, namun sudah diproduksi sendiri dengan hasil produksi rumahan, sedangkan Obat yang dicabut Ijn Edarnya adalah obat yang sudah diproduksi namun sudah dicabut ijin edarnya karena hal-hal tertentu seperti Obat Carnophen yang sudah dicabut ijin edarnya;
Bahwa Obat dalam daftar G boleh diedarkan, namun harus ada resep dari Dokter, biasanya Obat tersebut bertanda khusus yaitu tanda (K) berwarna merah;
Bahwa Obat-obat yang berasal dari luar negeri misalnya Obat kuat, tidak pernah didaftarkan di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan jika obat tersebut beredar berarti Obat tersebut ILLEGAL;
Bahwa untuk obat-obatan dari Luar negeri diperbolehkan beredar di Indonesia, namun harus di teliti terlebih dahulu dan Distributornya harus jelas, agar tidak membahayakan konsumen;
Bahwa tidak semua barang bukti tidak ada ijin edarnya, yang tidak ada ijin edarnya yaitu Obat Kuat/ Jamu tradisional, dan masih banyak lagi yaitu ada 3 (tiga) macam obat yang tidak ada ijin edarnya, 371 (tiga ratus tujuh puluh satu) obat keras Daftar G, dan 16 (enam belas) obat tradisional;
Bahwa Toko Obat tidak diperbolehkan menerima Resep dari Dokter, yang diperbolehkan hanya Apotek yang memiliki Ijin Resmi;
Bahwa Toko obat milik Terdakwa luasnya hanya sekitar 2 (dua) meter kali 3 (tiga) meter saja;
Bahwa saksi tidak menanyakan keuntungan Terdakwa berapa selama menjual Obat;
Bahwa Toko milik Terdakwa sudah banyak pembelinya dan rata-rata konsumen mencari obat yang tidak ada ijin edarnya;
Bahwa Terdakwa punya pegawai, saat itu pegawai Terdakwa tersebut yang mengambilkan obat di dalam Gudang;
Bahwa Gudang tersebut masih dalam penguasaan Terdakwa, dia menyewa dari orang lain;
Bahwa di Gudang tersebut berisi Obat-Obatan milik Terdakwa, namun disimpan didalam rak atau lemari;
Bahwa Terhadap keterangan Saksi tersebut, Terdakwa keberatan atas keterangan Saksi yaitu “Gudang tersebut tidak dalam penguasaan saya, melainkan disewa juga oleh orang lain”;
Terhadap bantahan Terdakwa tersebut, Saksi tetap pada keterangannya;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum telah mengajukan Ahli sebagai berikut:
FIRMANSYAH ADI KURNIAWAN, S.Farm.Apt dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Bahwa Pendidikan saksi terakhir adalah Sarjana Farmasi lulus tahun 2010, kemudian melanjutkan pendidikan bidang Apoteker pada tahun 2012
Bahwa saksi bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Banjarmasin dengan jabatan Staf Seksi Pemeriksaan;
Bahwa saksi melakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap sarana distribusi obat dan Napza, sarana produksi Makanan, Minuman, Obat Tradisional dan Kosmetika di wilayah Kalimantan Selatan;
Bahwa Aturan mengenai seseorang yang menjual obat tanpa ijin edar ada dalam Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
Bahwa obat-obatan yang akan diedarkan kepada masyarakat harus memiliki ijin edar menurut Pasal 106 Ayat (1), sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat Ijin Edar;
Bahwa Toko Obat tidak diperbolehkan menjual Obat Daftar G / Obat keras yang berlogo (K) warna merah, yang boleh menjualnya hanya Apotek saja dan harus dengan Resep Dokter;
Bahwa Obat yang sudah dilakukan penilaian dari Balai Pengawas Obat dan Makanan, dan boleh dikonsumsi oleh Konsumen, namun harus dengan aturan yang tercantum dalam obat tersebut atau dengan petunjuk Dokter;
Bahwa Obat tradisional boleh diperjualbelikan namun tidak boleh mengandung bahan kimia dan harus dengan Ijin Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM);
Bahwa obat tradisional yang diperjualbelikan oleh terdakwa tidak boleh diedarkan kepada masyarakat karena Obat Tradisional tersebut tidak memiliki Ijin Edar dan belum teruji di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), menurut Pasal 196 Undang-Undang tentang Kesehatan;
Bahwa untuk obat dalam daftar G hanya boleh diperjual belikan oleh orang yang memiliki keahlian dibidang Farmasi/ Apoteker dan di jualnya atau diedarkan di Apotek, tidak boleh di Toko Obat biasa, karena Toko Obat tidak dalam pengawasan Balai POM;
Bahwa untuk membuka Apotek yang memberikan ijin dari Dinas Kesehatan setempat dan yang mengedarkan atau yang menjual memiliki keahlian dibidang Farmasi atau lulusan Sarjana Farmasi atau Apoteker;
Bahwa obat-obatan yang proses pembuatannya tidak diketahui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak dijamin keamanannya, bisa membahayakan bagi orang yang mengkonsumsi, gangguan yang sering terjadi biasanya adalah kerusakan pada hati, jantung, tekanan darah tinggi, jika dosisnya tidak sesuai yang dianjurkan;
Bahwa jika melakukan pelanggaran mengedarkan Obat Daftar G, Obat Tradisional, dan Obat Tanpa Ijin Edar Untuk obat Daftar G melanggar Pasal 198 Undang-Undang tentang Kesehatan, Obat Tradisional tanpa ijin edar melanggar Pasal 197 Undang-Undang tentang Kesehatan dan Obat-Obatan yang tidak memiliki Ijin Edar melanggar Pasal 196 Undang-Undang tentang Kesehatan;
Bahwa Tidak semua barang bukti yang dimiliki oleh Terdakwa tidak memiliki Ijin Edar, yang tidak memiliki ijin edar adalah Obat Tradisional dan obat dari luar negri sedangkan Obat Daftar G ada ijin edarnya namun Terdakwa tidak memiliki keahlian dibidang Farmasi/ Apoteker;
Bahwa Seseorang yang ingin mendirikan Apotek, harus menempuh pendidikan Farmasi dan dia harus menempuh pendidikan lanjutan sebagai Apoteker;
Bahwa untuk saat ini obat-obat yang berasal dari luar negeri yang diperjual belikan oleh terdakwa tidak diperbolehkan diedarkan karena tidak ada Distributor yang resmi untuk mengedarkan Obat tersebut;
Bahwa yang berhak mengeluarkan Ijin Edar dari obat-obat tradisional adalah dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM);
Bahwa yang mengeluarkan ijin Distributor adalah dari Dinas Kesehatan;
Bahwa setiap pedagang yang menjual makanan olahan yang dikemas seperti sosis, sarden, korned dan minuman yang dikemas terutama produk susu harus mendapatkan ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan;
Bahwa Pada obat tradisional dan obat tanpa ijin edar, tidak bisa dijamin keamanannya, karena belum diperiksa kandungan bahannya dan tidak diketahui apakah mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi tubuh manusia;
Bahwa untuk obat Daftar G melanggar Pasal 198 Undang-Undang tentang Kesehatan, Obat Tradisional tanpa ijin edar melanggar Pasal 197 Undang-Undang tentang Kesehatan dan Obat-Obatan yang tidak memiliki Ijin Edar melanggar Pasal 196 Undang-Undang tentang Kesehatan;
Bahwa untuk obat Tradisional yang diperjualbelikan / diedarkan oleh Terdakwa pabrik pengolahnya belum didaftarkan di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), untuk memproduksinya harus ijin terlebih dahulu baru boleh diproduksi, dan untuk barang bukti yang ada pada Terdakwa, kemungkinan diproduksi oleh Industri Rumahan;
Bahwa untuk obat carnophen yang banyak disalah gunakan oleh masyarakat, Obat tersebut telah dicabut Ijin Edarnya karena mengandung carisoprodol yangdilarang diproduksi , pabrik pengolahnya masih tetap ada sekarang, namun tidak memproduksi obat Carnophen lagi, dia memproduksi obat yang lain yang sudah ada ijin edarnya;
Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
Bahwa terdakwa ditangkap pihak Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena menjual Obat Tanpa Ijin Edar pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 pukul 11.45 WITA, bertempat di Gudang Penyimpanan Obat milik Terdakwa yang beralamat di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plaza Blok A III No.6 Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan;
Bahwa pada saat itu Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) datang untuk melihat isi didalam Gudang dan memeriksa obat-obatan yang ada didalam Gudang, lalu Terdakwa diberitahu bahwa sebagian dari obat-obatan dan Jamu tersebut tidak memiliki ijin Edar serta sebagian lagi adalah obat dalam daftar G, lalu Petugas BPOM langsung menyita obat dan jamu yang tanpa ada ijin edarnya dan obat-obat yang termasuk dalam daftar G tersebut;
Bahwa barang-barang yang disita yaitu 3 (Tiga) macam Obat Tanpa Iizin Edar, 16 (Enam Belas) macam Obat Tradisional Tanpa Izin Edar, 371 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu) macam Obat Keras Daftar G;
Bahwa keuntungan Terdakwa yang didapat tidak terlalu banyak misalnya Jamu Montalin per kotak Terdakwa beli seharga Rp.33.000,- (tiga puluh tiga ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah), Jamu Chang San per kotak Terdakwa beli seharga Rp.40.000,- (empat puluh ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah), Jamu Urat Madu per kotak Terdakwa beli seharga Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah), dan Terdakwa jual seharga Rp.55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah), Jamu Urat Badak per kotak Terdakwa beli seharga Rp.55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah) dan Teradkwa jual seharga Rp.60.000,- (enam puluh ribu rupiah) kalau untuk obat keras Solpenox Syrup per bootol saya beli Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) Ponstan per blister Terdakwa beli Rp.22.000,- (dua puluh dua ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.23.000,- (dua puluh tiga ribu rupiah) atau Rp.2.300,- (dua ribu tiga ratus) per tab;
Bahwa Terdakwa berjualan obat sudah 2 (dua) tahun;
Bahwa dahulu saya hanya berjualan Susu, Bedak, dan Popok Bayi, namun saat ada Sales yang menawarkan Obat, lalu saya berjualan Obat tersebut;
Bahwa pada jamu maupun obat-obat tersebut ada nomornya, namun kata Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan, nomor tersebut Palsu;
Bahwa Terdakwa tidak bisa membedakan yang mana obat yang telah memiliki ijin edar maupun belum memiliki ijin edar, begitu pula mengenai obat yang termasuk dalam daftar G terdakwa tidak mengatahui yang mana karena Terdakwa tidak memiliki ilmu dibidang tersebut;
Bahwa pendidikan terakhir terdakwa hanyalah lulus SMAt idak dibidang Farmasi atau Apoteker;
Bahwa Terdakwa tidak pernah mendapat pembinaan dari Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dari Dinas Kesehatan tidak ada juga;
Bahwa Terdakwa tidak pernah bertanya kepada Sales mengenai Ijin Edar Obat tersebut;
Bahwa Toko Obat milik Terdakwa tidak ada memiliki Ijin yang resmi;
Bahwa Saat itu Terdakwa ditawarkan Obat oleh Sales lalu Terdakwa beli dan jual kembali;
Bahwa Terdakwa tidak ada memesan, Sales sendiri yang menawarkan Obatnya;
Bahwa obat illegal dan obat-obat yang termasuk dalam daftar G Tidak ada saya pajang di Toko, saya simpan didalam Gudang, jika ada Konsumen yang mencarinya, baru saya ambilkan Obat tersebut didalam Gudang;
Menimbang, bahwa Terdakwa telah mengajukan Saksi yang meringankan (a de charge) sebagai berikut :
JAFARUDIN dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Bahwa saksi bekerja di Toko Obat milik Terdakwa sebagai karyawan selama 1 (satu) tahun lamanya;
Bahwa Terdakwa ditangkap pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan karena tidak memiliki ijin untuk menjual Obat;
Bahwa Obat-obat tersebut adalah milik Terdakwa;
Bahwa Terdakwa memperoleh obat tersebut dengan cara membeli dari sales;
Bahwa Sales yang mengantarkan ke Toko Obat milik Terdakwa, tidak hanya 1 (satu) orang saja, banyak Sales yang datang untuk menawarkan obat lalu dibeli oleh Terdakwa;
Bahwa saksi tidak mengetahui bahwa obat tersebut dilarang untuk dijual atau diedarkan;
Bahwa saksi kerja dengan Terdakwa dengan sistem harian, dengan gaji Rp.50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) per harinya;
Bahwa saksi kerja dari Pagi hari sampai dengan sore, jika ada kesibukan bisa setenga hari saja bukanya;
Bahwa Terdakwa buka Toko setiap hari dan saksi bekerja denga Terdakwa setiap hari, dari hari Senin sampai dengan Minggu, kecuali ada kesibukan saksi tidak bekerja;
Bahwa tidak ada libur, kecuali saksi ijin tidak masuk kerja karena ada kesibukan;
Bahwa Obat-Obatan yang ada di Toko dan Gudang selalu diantar oleh Sales, Terdakwa tidak pernah mengambilnya sendiri;
Bahwa Terdakwa tidak pernah menelepon terlebih dahulu, Sales langsung datang ke Toko Obat milik Terdakwa, dan menawarkan Obat miliknya;
Bahwa Toko milik terdakwa ada di dalam Pasar Bajuin Plaza;
Bahwa obat-obatan yang Terdakwa jual sebagian diletakkan di Toko dan ada juga yang diletakkan didalam Gudang;
Bahwa sebagian dipajang di Toko, untuk sebagai contoh saja, jika ada yang membeli dalam jumlah banyak, baru diambilkan didalam Gudang;
Bahwa pada saat Terdakwa diamankan oleh pihak BPOM, saksi melihat karena saat itu saksi ada disana saat pihak Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) datang melihat isi dalam Gudang tersebut;
Bahwa saat itu ada pembeli yang datang minta carikan Obat, saat saksi disuruh oleh Terdakwa untuk mengambil obat di Gudang, tiba-tiba ada 3 (tiga) orang datang yang mengaku dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan ingin memeriksa isi Gudang tersebut, lalu saksi buka kunci Gudang dan Petugas BPOM masuk kedalam untuk melihat-lihat isi Gudang tersebut, lalu Petugas BPOM mengambil Obat-Obat termasuk Jamu dan memasukkannya kedalam Kardus dan obat-obat tersebut langsung dibawa;
Bahwa Toko obat sudah tutup sejak Terdakwa ditangkap;
Bahwa Konsumen biasanya membeli hanya 1 (satu) sampai 2 (dua) keping saja setiap membeli Obat;
Bahwa sistem pembayarannya, setelah obat yang diantar Sales sudah laku terjual, baru Terdakwa membayar kepada Sales;
Bahwa semua obat yang ada didalam Gudang yang diambil oleh Petugas, milik Terdakwa semua;
BAhwa saksi tidak mengetahui semua jenis obat yang dibeli oleh Terdakwa, karna setiap Sales datang mengantar Obat, Terdakwa sendiri yang menyimpannya didalam Gudang;
Bahwa saksi tidak mengetahui dan hafal nama obat dan khasiatnya hanya Terdakwa saja yang tahu, saksi hanya sebatas membantu saja, jika Terdakwa menyuruh saksi ambilkan obat di gudang baru saksi ambil, namun saksi tidak tahu jenis-jenis obat, karena saksi tidak ada keahlian di bidang Farmasi;
BAhwa saksi tidak tahu masalah perijinan, yang saksi tahu Terdakwa hanya berdagang Obat, itu saja;
Bahwa obat yang dijual oleh terdakwa adalah Obat seperti Amoxcilin, dan banyak lagi, biasanya obat yang dipajang adalah obat yang sering dicari konsumen, seperti obat batuk, pilek dan anti biotik;
Bahwa setahu saksi isi didalam Gudang berisi Obat dan popok bayi, selain itu saksi tidak mengetahui;
Bahwa Setahu saksi tidak ada yang membawa Resep Dokter untuk membeli Obat;
Bahwa saksi tidak mengetahui apakah Terdakwa memiliki ijin sebagai apoteker;
Bahwa saksi tidak mengetahui berapa keuntungan yang didapat oleh Terdakwa dalam menjual obat-obatan tersebut;
Bahwa Setahu saksi pemilik isi didalam Gudang milik Terdakwa sendiri dengan cara menyewa;
Terhadap keterangan saksi, Terdakwa menyatakan tidak benar dan tidak keberatan;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:
| No. | Nama | Pabrik | Jumlah | Keterangan | |
| 1 | Hufanoxil | PT Gratia Husada Farma | 72 | Botol | Obat Keras |
| 2 | Yusimox Forte | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 98 | Botol | Obat Keras |
| 3 | Mucos | PT Meprofarm | 7 | Botol | Obat Keras |
| 4 | Chlorexol | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 10 | Botol | Obat Keras |
| 5 | Yusimox | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 22 | Botol | Obat Keras |
| 6 | Solpenox | Solas | 33 | Botol | Obat Keras |
| 7 | Vosea | Graha Farma | 56 | Botol | Obat Keras |
| 8 | Dionicol | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 11 | Botol | Obat Keras |
| 9 | Dolorstan | PT Rama Emerald Multi Sukses | 4 | Botol | Obat Keras |
| 10 | Broadamox | Sampharindo Perdana | 49 | Botol | Obat Keras |
| 11 | Lostacef 125 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 8 | Botol | Obat Keras |
| 12 | Lostacef 250 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 8 | Botol | Obat Keras |
| 13 | Lerzin | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 11 | Botol | Obat Keras |
| 14 | Norvom | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 6 | Botol | Obat Keras |
| 15 | Saltrim | Itrasal | 21 | Botol | Obat Keras |
| 16 | Farizol | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 7 | Botol | Obat Keras |
| 17 | Hufaxol | PT Gratia Husada Farma | 3 | Botol | Obat Keras |
| 18 | Hufabethamin | PT Gratia Husada Farma | 11 | Botol | Obat Keras |
| 19 | Roverton | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 6 | Botol | Obat Keras |
| 20 | Hufafural | PT Gratia Husada Farma | 4 | Botol | Obat Keras |
| 21 | Comtusi | PT Combiphar | 4 | Botol | Obat Keras |
| 22 | Novastan | Novapharin Pharmaceutical Industries | 4 | Botol | Obat Keras |
| 23 | Xiltrop | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 5 | Botol | Obat Keras |
| 24 | Hufadon | PT Gratia Husada Farma | 4 | Botol | Obat Keras |
| 25 | Helixim | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 4 | Botol | Obat Keras |
| 26 | Ulsafate | PT Combiphar | 3 | Botol | Obat Keras |
| 27 | Berotec | Boehringer Ingelheim | 4 | Botol | Obat Keras |
| 28 | Cazetin | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 4 | Botol | Obat Keras |
| 29 | Neoasma | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 2 | Botol | Obat Keras |
| 30 | Lexapram | PT Molex Ayus | 1 | Botol | Obat Keras |
| 31 | Mucos | PT Meprofarm | 1 | Botol | Obat Keras |
| 32 | Erlamycetin | PT Erela | 26 | Botol | Obat Keras |
| 33 | Reco | PT Global Multi Pharmalab | 22 | Botol | Obat Keras |
| 34 | Reco | PT Global Multi Pharmalab | 7 | Botol | Obat Keras |
| 35 | Genoint | PT Erela | 11 | Botol | Obat Keras |
| 36 | Genoint | PT Erela | 9 | Botol | Obat Keras |
| 37 | Cendo Xitrol Tetes mata | Cendo | 5 | Botol | Obat Keras |
| 38 | Neocenta | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 14 | Tube | Obat Keras |
| 39 | Synarcus | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 10 | Tube | Obat Keras |
| 40 | Acifar | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 8 | Tube | Obat Keras |
| 41 | Orsaderm | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 6 | Tube | Obat Keras |
| 42 | Vitaquin | PT Surya Dermato Medica Laboratories | 9 | Tube | Obat Keras |
| 43 | Nisagon | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 8 | Tube | Obat Keras |
| 44 | Melanox | PT Surya Dermato Medica Laboratories | 8 | tube | Obat Keras |
| 45 | Bioplacenton | PT Kalbe Farma | 5 | Tube | Obat Keras |
| 46 | Inerson | Interbat | 4 | Tube | Obat Keras |
| 47 | Herpiclof | Nufarindo | 17 | Tube | Obat Keras |
| 48 | Betason-N | PT Kimia Farma | 12 | Tube | Obat Keras |
| 49 | Nufacort | Nufarindo | 7 | Tube | Obat Keras |
| 50 | Medi-Klin TR | PT Surya Dermato Medica Laboratories | 5 | Tube | Obat Keras |
| 51 | AMOXICILLIN 500 MG | PT Pharma Laboratories | 5000 | kaplet | Obat Keras |
| 52 | Antalgin Tab 500 mg | PT Corsa Industri | 11400 | Tablet | Obat Keras |
| 53 | Dezamethason 0,5 mg Dexa | PT Dexa | 1300 | Kaplet | Obat Keras |
| 54 | Triclofem | PT Tunggal Idaman Mandiri | 82 | Vial | Obat Keras |
| 55 | Lanadexon | PT Landson | 700 | Tablet | Obat Keras |
| 56 | Cyclofem | PT Tunggal Idaman Mandiri | 134 | Vial | Obat Keras |
| 57 | Grafalin 4 | PT Graha Farma | 500 | Tablet | Obat Keras |
| 58 | Captopril 25 mg | PT Indofarma | 800 | Tablet | Obat Keras |
| 59 | Danasone | PT Hexpharm | 370 | Tablet | Obat Keras |
| 60 | Lotharson | PT Nufarindo | 360 | kaplet | Obat Keras |
| 61 | Remafar | PT Ifars | 360 | Tablet | Obat Keras |
| 62 | Hufadine | PT Gratia | 360 | Tablet | Obat Keras |
| 63 | Amlodipine 5 mg | PT Beta | 400 | Tablet | Obat Keras |
| 64 | Molacort 0,5 | PT Molex Ayus | 500 | Tablet | Obat Keras |
| 65 | Rancus 150 | PT Mersi | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 66 | Dexymox Forte | Dexa | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 67 | Zenicardo | PT Zenith | 90 | Tablet | Obat Keras |
| 68 | Hufanoxyl 500 mg | PT Gratia | 270 | kaplet | Obat Keras |
| 69 | Andalan FE | PT Harsen | 48 | Blister | Obat Keras |
| 70 | Neurotropic Inj | PT Global | 32 | Vial | Obat Keras |
| 71 | Super Tetra | PT Daria Varia | 640 | Kapsul | Obat Keras |
| 72 | Histigo | PT Ifars | 80 | kaplet | Obat Keras |
| 73 | Amosterra | PT Sejahtera Lestari | 140 | Kaplet | Obat Keras |
| 74 | Colidium | PT Solas | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 75 | Andalan Pil KB | PT Harsen | 84 | Blister | Obat Keras |
| 76 | Broadamox | PT Samparindo | 170 | kaplet | Obat Keras |
| 77 | Metisol 4 mg | PT Hexpharm | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 78 | Neo-K | PT Combiphar | 12 | ampul | Obat Keras |
| 79 | Lansoprazole 30 mg | PT Hexpharm | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 80 | Sotatic | PT Fahrenheit | 7 | ampul | Obat Keras |
| 81 | Diane 35 | PT Bayer | 22 | Blister | Obat Keras |
| 82 | Trinordiol 28 | PT Sunthi Sepuri | 58 | Blister | Obat Keras |
| 83 | Erlamoxy | PT Erela | 350 | kaplet | Obat Keras |
| 84 | Ponstelax 500 | PT Combiphar | 240 | kaplet | Obat Keras |
| 85 | Mexon | PT Sampharindo | 280 | Kaplet | Obat Keras |
| 86 | Grathazon 0,5 | PT Graha Farma | 460 | kaplet | Obat Keras |
| 87 | Forten 25 mg | PT Kalbe | 130 | Tablet | Obat Keras |
| 88 | Cyclogeston | PT Triyasa | 35 | Vial | Obat Keras |
| 89 | Amlodipine Besilate 10 mg | PT Promed | 10 | Tablet | Obat Keras |
| 90 | Ranitidin | PT Hexpharm | 21 | ampul | Obat Keras |
| 91 | Ranitidine HCl 150 mg | PT bernofarm | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 92 | Antrain | PT Interbat | 10 | ampul | Obat Keras |
| 93 | Sohobion | PT Soho | 32 | ampul | Obat Keras |
| 94 | Sammoxin | PT Samco | 160 | kaplet | Obat Keras |
| 95 | Pehastan 500 | PT Phapros | 130 | kaplet | Obat Keras |
| 96 | Carbidu 0,5 | PT Sampharindo | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 97 | Stanza 500 | PT Hexpharm | 100 | kaplet | Obat Keras |
| 98 | Zoralin | Medikon | 120 | Tablet | Obat Keras |
| 99 | Gasela | PT erela | 270 | Tablet | Obat Keras |
| 100 | Selespurin 100 | PT Sejahtera Lestari | 180 | Tablet | Obat Keras |
| 101 | Moxigra 500 g | PT Graha Farma | 350 | Tablet | Obat Keras |
| 102 | Recodryl | PT Global | 20 | Vial | Obat Keras |
| 103 | Terramycin | Pfizer | 30 | Vial | Obat Keras |
| 104 | Andalan KB (hijau) | PT Harsen | 41 | Vial | Obat Keras |
| 105 | Eltazon | PT Ifars | 160 | Tablet | Obat Keras |
| 106 | Salbutamol 2 mg | PT Kimia Farma | 140 | Tablet | Obat Keras |
| 107 | Renadiac 50 | PT Pratapa Nirmala | 150 | Tablet | Obat Keras |
| 108 | Katergi | PT Yekatria | 150 | Tablet | Obat Keras |
| 109 | Bufacaryl | PT Bufa Aneka | 260 | Tablet | Obat Keras |
| 110 | Simvastatin 10 mg | PT Hexpharm | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 111 | Harmonis | PT Harsen | 25 | Vial | Obat Keras |
| 112 | Licodexon 0,5 | PT Berlico | 270 | Kaplet | Obat Keras |
| 113 | Kemoren 50 | PT Phyto Kemo Agung | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 114 | Faxiden 10 mg | PT Ifars | 170 | kaplet | Obat Keras |
| 115 | Cyclogynon | PT Tunggal Idaman Abdi | 44 | Blister | Obat Keras |
| 116 | Pil KB Kombinasi | PT Harsen | 145 | Blister | Obat Keras |
| 117 | carbidu 0,75 | PT Sampharindo | 400 | Tablet | Obat Keras |
| 118 | Glibenclamide 5 mg | PT Indofarma | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 119 | Piroxicam 10 | PT Promed | 260 | Tablet | Obat Keras |
| 120 | Proxona | PT Harsen | 260 | Tablet | Obat Keras |
| 121 | Pronicy | PT Kalbe Farma | 550 | Tablet | Obat Keras |
| 122 | Farmoten 25 | PT Pratapa Nirmala | 190 | Tablet | Obat Keras |
| 123 | Molacort 0,75 | PT Molex Ayus | 340 | Tablet | Obat Keras |
| 124 | Vibramox | Pyridam | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 125 | Bintamox 500 | PT Dankos Farma | 120 | Kaplet | Obat Keras |
| 126 | Spasminal | PT Hexpharm Jaya | 120 | Tablet | Obat Keras |
| 127 | Etafungal | PT Errita Farma | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 128 | Dextamine | Phapros | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 129 | Glocodex | PT Dexa Medica | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 130 | Forten 12,5 mg | PT Hexpharm Jaya | 150 | Tablet | Obat Keras |
| 131 | Glikos | PT Ifars | 160 | Kaplet | Obat Keras |
| 132 | Benodon Injeksi | Bernofarm | 8 | Vial | Obat Keras |
| 133 | Sidiadryl Injeksi | PT bernofarm | 6 | Vial | Obat Keras |
| 134 | Dexamethasone Injeksi | PT Phapros | 96 | ampul | Obat Keras |
| 135 | Deponeo | PT Triyasa Nagamas Farma | 10 | Vial | Obat Keras |
| 136 | Oxytocin | PT Etica | 36 | ampul | Obat Keras |
| 137 | Aqua Pro Injeksi | PT Global Multi Pharmalab | 10 | Vial | Obat Keras |
| 138 | Vit B Komplek Injeksi | PT Global Multi Pharmalab | 9 | Vial | Obat Keras |
| 139 | Vit B1 Injeksi | PT Global Multi Pharmalab | 5 | Vial | Obat Keras |
| 140 | Pehacain Injeksi | PT Indofarma | 13 | ampul | Obat Keras |
| 141 | Cortisone Acetate | Darya Varia Lab. | 11 | Vial | Obat Keras |
| 142 | Scandexon | PT Tempo Scan Pacific Tbk | 340 | Tablet | Obat Keras |
| 143 | Linogra 100 | Graha Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 144 | Depo Progestin Injeksi | Harsen | 14 | Vial | Obat Keras |
| 145 | Metformin 500 | Hexphar Jaya | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 146 | Neosma | PT Ifars | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 147 | Teosal | PT Dexa Mmedica | 300 | Tablet | Obat Keras |
| 148 | Kanamycin Meiji Injeksi | PT Meiji Indonesia | 9 | Vial | Obat Keras |
| 149 | Acyclovir 200 | PT Indofarma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 150 | Lansoprazole 30 mg | Novell | 60 | Kapsul | Obat Keras |
| 151 | Fargoxin 0,25 | PT Pratapa Nirmala | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 152 | Pritamox 500 | PT Molex Ayus | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 153 | Oxytetracycline | PT Kimia Farma | 25 | Tube | Obat Keras |
| 154 | Yasmin | Bayer Weimar Gmbh Und Co.KG | 2 | Blister | Obat Keras |
| 155 | Chloramfecort-H Cream | PT Kimia Farma | 10 | Tube | Obat Keras |
| 156 | Microgynon | PT Bayer | 8 | Kotak | Obat Keras |
| 157 | Timovit | PT Berlico Mulia Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 158 | Tidifar | PT Ifars | 140 | Tablet | Obat Keras |
| 159 | Griseofulvin 125 | Novapharin | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 160 | Ringer Lactate Infus | PT Widatra Bhakti | 2 | Botol | Obat Keras |
| 161 | Otsu D5 Infus | PT Otsuka | 1 | Botol | Obat Keras |
| 162 | Glukosa 5% | PT Widatra Bhakti | 8 | Botol | Obat Keras |
| 163 | Otsu RL | PT Otsuka | 2 | Botol | Obat Keras |
| 164 | Zoline | Pyridam Farma | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 165 | Lerzin | PT Ifars | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 166 | Vosea | Graha Farma | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 167 | Gratheos 50 | Graha Farma | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 168 | Mycoral 200 | PT Kalbe Farma | 150 | Tablet | Obat Keras |
| 169 | Ennamax | Actavis | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 170 | Kemocef | PT Phyto Kemo Agung | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 171 | Zendalat | Zenith | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 172 | Rifampicin 450 | Kimia Farma | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 173 | Eryra Forte | Rama Emerald | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 174 | Meloxicam | Hexpharm | 90 | Tablet | Obat Keras |
| 175 | Diabit 500 | Hexpharm | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 176 | Dumocycline 250 | Dumex | 160 | Kapsul | Obat Keras |
| 177 | Interhistin | Interbat | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 178 | FG Troches | Meiji | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 179 | Ersolon | PT Erlimpex | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 180 | Otoryl 25 | Otto | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 181 | Ometilson 4 | PT Mutifa | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 182 | Ermethasone 0,5 | Erlimpex | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 183 | Salbutamol 4 mg | PT Kimia Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 184 | Captopril 12,5 | Dexa Medica | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 185 | Acyclovir 400 | PT Indofarma | 20 | Tablet | Obat Keras |
| 186 | Actapin 5 | Actavis | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 187 | Cataflam 50 | PT Novartis | 20 | Tablet | Obat Keras |
| 188 | Noperten 10 | PT Dexa Medica | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 189 | Noperten 5 | PT Dexa Medica | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 190 | Natrium Diklofenak 50 | Novell | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 191 | Dexteem Plus | Erlimpex | 120 | Tablet | Obat Keras |
| 192 | Grazeo 20 | Graha Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 193 | Allopurinol 100 mg | PT Landson | 90 | Tablet | Obat Keras |
| 194 | Selvim 20 | PT Ifars | 20 | Tablet | Obat Keras |
| 195 | Divoltar 50 | PT Kalbe | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 196 | Ketokonazole 200 | PT Feron Pharmaceutical | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 197 | Grafalin 4 | PT Graha Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 198 | Grafalin 2 | PT Graha Farma | 60 | Tablet | Obat Keras |
| 199 | Isosorbide Dinitrate 5 mg | PT Indofarma | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 200 | Captopril 12,5 | PT Indofarma | 60 | Tablet | Obat Keras |
| 201 | Winatin | PT Ifars | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 202 | Dextaco | PT Berlico | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 203 | Flacoid 0,5 | PT Yekatria | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 204 | Voltadex 50 | PT Beta Pharmakon | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 205 | Methyl Prednisoolon 4 mg | PT Dexa Medica | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 206 | Tokasid | PT Graha Farma | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 207 | Solinfec | PT Ifars | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 208 | Ketoconazole 200 | PT Novapharin | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 209 | Lovires 400 | PT Graha Farma | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 210 | Comtusi Forte | PT Combiphar | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 211 | Adrome | PT Landson | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 212 | Bimaflox 500 | PT Bima Mitra Farma | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 213 | Grafamic | PT Graha Farma | 280 | Kaplet | Obat Keras |
| 214 | Fargetix | PT Ifars | 370 | Kaplet | Obat Keras |
| 215 | Tifestan Forte | PT Balatif | 150 | Kaplet | Obat Keras |
| 216 | Samrox 20 | PT Samco Farma | 240 | kapsul | Obat Keras |
| 217 | Cefadroxil 500 | PT Bernofarm | 200 | kapsul | Obat Keras |
| 218 | Etafenin | PT Errita Pharma | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 219 | Asam Mefenamat | PT Errita Pharma | 300 | Kaplet | Obat Keras |
| 220 | Provinas 400 | PT Sejahtera Lestari Farma | 200 | kapsul | Obat Keras |
| 221 | Triadene 20 | PT Yekatria Farma | 200 | kapsul | Obat Keras |
| 222 | Farmalat 10 | PT Pratapa Nirmala | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 223 | Dionicol | PT Ifars | 210 | Kaplet | Obat Keras |
| 224 | Novaflox 500 | PT Novapharin | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 225 | Nifedipine | PT Dexa Medica | 250 | Tablet | Obat Keras |
| 226 | Lostacef 500 | PT Ifars | 100 | kapsul | Obat Keras |
| 227 | Farsifen 400 | PT Ifars | 140 | Kaplet | Obat Keras |
| 228 | Norpid 10 | PT Graha Farma | 60 | Kaplet | Obat Keras |
| 229 | Norpid 20 | PT Graha Farma | 30 | Kaplet | Obat Keras |
| 230 | Novachlor | PT Novapharin | 100 | kapsul | Obat Keras |
| 231 | Amoxsan 500 | PT Caprifarmindo Labs | 30 | kapsul | Obat Keras |
| 232 | Primavon | PT Zenith Pharmaceuticals | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 233 | Ambroxol 30 | PT Novapharin | 220 | Tablet | Obat Keras |
| 234 | Anastan Forte | PT Gratia Husada Farma | 130 | Kaplet | Obat Keras |
| 235 | Dolo-licobion | PT Berlico Mulia Farma | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 236 | Hufaflox 500 | PT Gratia Husada Farma | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 237 | Biomega | PT Graha Farma | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 238 | Altran | PT Imfarmind Farmasi Industri | 200 | Captab | Obat Keras |
| 239 | Roverton | PT Ifars | 50 | Kaplet | Obat Keras |
| 240 | Niprocor | PT Yekatria Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 241 | Helixim 100 | PT Ifars | 30 | kapsul | Obat Keras |
| 242 | Trodex | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 243 | Latibet 5 | PT Ifars | 140 | Tablet | Obat Keras |
| 244 | Simvastatin 10 | PT Hexpharm Jaya | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 245 | Infatrim Forte | PT Molex Ayus | 50 | Kaplet | Obat Keras |
| 246 | Mefix 500 | PT Meprofarm | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 247 | Tasma | PT Erela | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 248 | Renabetic | PT Pratapa Nirmala | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 249 | Antidia | PT Bernofarm | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 250 | Gricin 125 | PT Novapharin | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 251 | Refaquin | PT Surya Dermato Medica Laboratories | 4 | Tube | Obat Keras |
| 252 | Nebacetin | PT Pharos | 7 | Botol | Obat Keras |
| 253 | Dexigen | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 4 | Tube | Obat Keras |
| 254 | Berloson-N | Berlico Mulia Farma | 4 | Tube | Obat Keras |
| 255 | Scabimite | Galenium Pharmasia | 2 | Tube | Obat Keras |
| 256 | Oxytetracycline Salep mata | PT Kimia Farma | 10 | Tube | Obat Keras |
| 257 | Betamethason Valerate | PT Kimia Farma | 8 | Tube | Obat Keras |
| 258 | Oxytetracycline Salep Kulit | PT Indofarma | 14 | Tube | Obat Keras |
| 259 | Hydrocortisone | PT Kimia Farma | 2 | Tube | Obat Keras |
| 260 | Terramycin Salep mata | Pfizer | 2 | Tube | Obat Keras |
| 261 | Alletrol Tetes mata | PT Erela | 5 | Tube | Obat Keras |
| 262 | Wiros 20 mg | PT Itrasal | 500 | Kapsul | Obat Keras |
| 263 | Ampicillin 500 mg | PT Pharma Laboratories | 250 | Kaplet | Obat Keras |
| 264 | Selespurin 300 mg | PT Sejahtera Lestari Farma | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 265 | Faxiden 20 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 266 | Mefenamic Acid 500 mg | PT Hexpharm Jaya | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 267 | Lokev | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 200 | Kapsul | Obat Keras |
| 268 | Grafazol 500 mg | PT Graha Farma | 300 | Kaplet | Obat Keras |
| 269 | Hufaxol | PT Gratia Husada Farma | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 270 | Kaditic 50 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 271 | Prostanac 50 mg | PT Pyridam Farma | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 272 | Cetrol | Solas | 80 | Kaplet | Obat Keras |
| 273 | Trodex | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 274 | Latibet 5 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 220 | Tablet | Obat Keras |
| 275 | Dextaf | PT Balatif | 230 | Tablet | Obat Keras |
| 276 | Metformin 500 mg | PT Hexpharm Jaya | 340 | Tablet | Obat Keras |
| 277 | Zelona | PT Zenith Pharmaceuticals | 240 | Tablet | Obat Keras |
| 278 | Amoxicillin 500 mg | PT Pharma Laboratories | 350 | Kaplet | Obat Keras |
| 279 | Prix 25 | PT Rama Emerald Multi Sukses | 220 | Tablet | Obat Keras |
| 280 | Pritacort | PT Molex Ayus | 220 | Tablet | Obat Keras |
| 281 | Dexclosan | PT Rama Emerald Multi Sukses | 250 | Tablet | Obat Keras |
| 282 | Potaflam 50 | PT Berlico Mulia Farma | 260 | Kaplet | Obat Keras |
| 283 | Samcofenac 50 mg | PT Samco Farma | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 284 | Prednisone 5 mg | PT Sejahtera Lestari Farma | 2000 | Tablet | Obat Keras |
| 285 | CTM | PT Imfarmind Farmasi Industri | 1000 | Tablet | Obat Keras |
| 286 | Alleron | PT Mega Esa Farma | 1000 | Kaplet | Obat Keras |
| 287 | Fenaren | PT Bernofarm | 300 | Tablet | Obat Keras |
| 288 | Megasonum | PT Mega Esa Farma | 370 | Kaplet | Obat Keras |
| 289 | Mefinal 500 mg | PT Sanbe Farma | 100 | kaplet | Obat Keras |
| 290 | Opistan 500 mg | PT Otto Pharmaceutical Industries | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 291 | Dexycol 500 mg | PT Dexa Medica | 260 | Kapsul | Obat Keras |
| 292 | Etamox 500 mg | PT Errita Pharma | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 293 | Topcillin 500 mg | PT Dankos Farma | 250 | Kaplet | Obat Keras |
| 294 | Inflason | PT Berlico Mulia Farma | 400 | Kaplet | Obat Keras |
| 295 | Ponstan | PT Pfizer | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 296 | Neuralgin Rx | PT Kalbe Farma | 150 | Kaplet | Obat Keras |
| 297 | Pyradexon | PT Pyridam Farma | 270 | Kaplet | Obat Keras |
| 298 | Grafachlor | PT Graha Farma | 230 | Kaplet | Obat Keras |
| 299 | Suldox | PT Actavis | 60 | Tablet | Obat Keras |
| 300 | Gralixa 40 mg | PT Graha Farma | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 301 | Santibi Plus | PT Sanbe Farma | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 302 | Lapibal 500 | PT Lapi Laboratories | 30 | Kapsul | Obat Keras |
| 303 | Omegtamine | PT Mutifa | 90 | Kaptab | Obat Keras |
| 304 | Linogra 100 | PT Graha Farma | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 305 | Pycameth | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 306 | Pondex Forte | PT Dexa Medica | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 307 | Katergi | PT Yekatria Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 308 | Incidal-OD | PT Bayer | 50 | Kapsul | Obat Keras |
| 309 | Infatrim Fotre | PT Molex Ayus | 30 | Kaplet | Obat Keras |
| 310 | Hufanoxil 500 | PT Gratia Husada Farma | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 311 | Pritagesic | PT Molex Ayus | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 312 | Novaxicam | PT Novapharin | 150 | Kapsul | Obat Keras |
| 313 | Hufamycetin | PT Gratia Husada Farma | 20 | Kapsul | Obat Keras |
| 314 | Divoltar 50 | PT Kalbe Farma | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 315 | Selvim 10 | PT Ifars Pharmaceutical L | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 316 | Zantifar | PT Ifars Pharmaceutical L | 50 | Kaplet | Obat Keras |
| 317 | Diabit 500 | PT Hexpharm Jaya | 130 | Tablet | Obat Keras |
| 318 | Gastricon | PT First Medipharma | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 319 | Flasicox 15 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 320 | Bidaxtam | PT Bima Mitra Farma | 150 | Kaplet | Obat Keras |
| 321 | Rexavim 500 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 90 | Kaplet | Obat Keras |
| 322 | Selestidin 200 | PT Sejahtera Lestari Farma | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 323 | Suprabiotic | PT Zenith Pharmaceuticals | 80 | Kapsul | Obat Keras |
| 324 | Floxifar 500 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 325 | Scopma Plus | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 140 | Kaplet | Obat Keras |
| 326 | Fasiprim Forte | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 327 | Fatibact Adult | PT Bufa Aneka | 50 | kaplet | Obat Keras |
| 328 | Farizol 500 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 329 | Mecobalamin | PT Guardian Pharmatama | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 330 | Omekur | PT Mutifa | 160 | Tablet | Obat Keras |
| 331 | Griseofulvin 500 | PT Darya Varia | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 332 | Mixalgin | PT Erela | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 333 | Sultrimmix | PT Bernofarm | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 334 | Zultrop | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 335 | Denicam 20 | PT Erlimpex | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 336 | Lovitrop | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 337 | Sammoxin Forte | PT Samco Farma | 100 | kaplet | Obat Keras |
| 338 | Licofel | PT Berlico Mulia Farma | 120 | Kapsul | Obat Keras |
| 339 | Dexaharsen 0,75 | PT Harsen | 200 | kaplet | Obat Keras |
| 340 | Grafacetin | PT Graha Farma | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 341 | Licodexon 0,5 | PT Berlico Mulia Farma | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 342 | Hufadon | PT Gratia Husada Farma | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 343 | Bidium | PT Bima Mitra Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 344 | Fimestan Forte | PT First Medipharma | 120 | Kaplet | Obat Keras |
| 345 | Oxicobal | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 70 | Kapsul | Obat Keras |
| 346 | Graprima Adult | PT Graha Farma | 60 | Tablet | Obat Keras |
| 347 | Flacoid 0,75 | PT Yekatria Farma | 150 | Kaplet | Obat Keras |
| 348 | Alofar 100 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 349 | Omefulvin | PT Mutifa | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 350 | Farsiretic | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 351 | Farsorbid 5 | PT Pratapa Nirmala | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 352 | Neuropyron-V | PT Harsen | 50 | Kaplet | Obat Keras |
| 353 | Lodia | PT Sanbe Farma | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 354 | Neosma | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 355 | Piroxicam 10 mg | PT Trifa Raya Laboratories | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 356 | Mucos | PT Meprofarm | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 357 | Mediamer B6 | PT Darya Varia | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 358 | Ranitidin 150 mg | PT Hexpharm Jaya | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 359 | Ranitidine HCl | PT Bernofarm | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 360 | Cimetidine 200 | PT Promedrahardjo | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 361 | Cefixime 100 mg | PT Hexpharm Jaya | 10 | Kapsul | Obat Keras |
| 362 | Gludepatic 500 | PT Pratapa Nirmala | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 363 | Pehamoxil Forte | PT Phapros | 40 | Kaplet | Obat Keras |
| 364 | Prohessen | PT Pharos | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 365 | Digoxin 0,25 mg | PT Yarindo Farmatama | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 366 | Andalan Suntikan KB | PT Harsen | 12 | Botol | Obat Keras |
| 367 | Furosemide 40 mg | PT Kimia Farma | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 368 | Berlimox | PT Berlico Mulia Farma | 30 | Kaplet | Obat Keras |
| 369 | Cefadrocil Monohydrate 500 mg | PT Holi Pharma | 20 | Kapsul | Obat Keras |
| 370 | Denicam 20 | PT Erlimpex | 30 | Kapsul | Obat Keras |
| 371 | Colidium | PT Solas | 40 | Kaplet | Obat Keras |
| 372 | Godong Ijo | PJ Air Madu | 50 | Sachet | OT TIE |
| 373 | Ginseng Kianpi Pil Gold | Kweilin Drug Manufactory | 8 | botol | OT TIE |
| 374 | Ginseng Kianpi Pil | - | 6 | botol | OT TIE |
| 375 | Daun Muda | - | 20 | Sachet | OT TIE |
| 376 | Urat Badak | - | 26 | Sachet | OT TIE |
| 377 | Montalin | - | 70 | Sachet | OT TIE |
| 378 | Hercules X | PJ Strong King | 68 | Sachet | OT TIE |
| 379 | Ramuan Dayak | - | 25 | Sachet | OT TIE |
| 380 | Africa Black Ant | - | 22 | Sachet | OT TIE |
| 381 | Kuda Mesir | PT Piramida BPA | 16 | Sachet | OT TIE |
| 382 | Urat Madu | PJ Air madu | 10 | Sachet | OT TIE |
| 383 | Hajar jahanam | PJ Kuda Mas | 6 | Sachet | OT TIE |
| 384 | Samyun Wan | - | 15 | botol | OT TIE |
| 385 | Chang San | PJ Akar Mujarab | 130 | Sachet | OT TIE |
| 386 | Super Kecetit | PJ Muncul Sehat | 170 | Sachet | OT TIE |
| 387 | Rapet Malam | PD Djawi | 120 | Sachet | OT TIE |
| 388 | Pi Kang Shuang | PT Saras Subur Ayoe | 24 | Tube | Obat TIE |
| 389 | Dermovate Cream | Glaxo Saudi Arabia | 8 | Tube | Obat TIE |
| 390 | Obsagi | BPS Solo | 1650 | Sachet | Obat TIE |
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut:
Bahwa terdakwa ditangkap pihak Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena menjual Obat Tanpa Ijin Edar pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 pukul 11.45 WITA, bertempat di Gudang Penyimpanan Obat milik Terdakwa yang beralamat di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plaza Blok A III No.6 Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan;
Bahwa pada saat itu Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) datang untuk melihat isi didalam Gudang dan memeriksa obat-obatan yang ada didalam Gudang, lalu Terdakwa diberitahu bahwa sebagian dari obat-obatan dan Jamu tersebut tidak memiliki ijin Edar serta sebagian lagi adalah obat dalam daftar G, lalu Petugas BPOM langsung menyita obat dan jamu yang tanpa ada ijin edarnya dan obat-obat yang termasuk dalam daftar G tersebut;
Bahwa barang-barang yang disita yaitu 3 (Tiga) macam Obat Tanpa Iizin Edar, 16 (Enam Belas) macam Obat Tradisional Tanpa Izin Edar, 371 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu) macam Obat Keras Daftar G;
Bahwa keuntungan Terdakwa yang didapat tidak terlalu banyak misalnya Jamu Montalin per kotak Terdakwa beli seharga Rp.33.000,- (tiga puluh tiga ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah), Jamu Chang San per kotak Terdakwa beli seharga Rp.40.000,- (empat puluh ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah), Jamu Urat Madu per kotak Terdakwa beli seharga Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah), dan Terdakwa jual seharga Rp.55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah), Jamu Urat Badak per kotak Terdakwa beli seharga Rp.55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah) dan Teradkwa jual seharga Rp.60.000,- (enam puluh ribu rupiah) kalau untuk obat keras Solpenox Syrup per bootol saya beli Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) Ponstan per blister Terdakwa beli Rp.22.000,- (dua puluh dua ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.23.000,- (dua puluh tiga ribu rupiah) atau Rp.2.300,- (dua ribu tiga ratus) per tab;
Bahwa Terdakwa berjualan obat sudah 2 (dua) tahun;
Bahwa dahulu Terdakwa hanya berjualan Susu, Bedak, dan Popok Bayi, namun saat ada Sales yang menawarkan Obat, lalu Terdakwa berjualan Obat tersebut;
Bahwa pada jamu maupun obat-obat tersebut ada nomornya, namun kata Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan, nomor tersebut Palsu;
Bahwa Terdakwa tidak bisa membedakan yang mana obat yang telah memiliki ijin edar maupun belum memiliki ijin edar, begitu pula mengenai obat yang termasuk dalam daftar G terdakwa tidak mengatahui yang mana karena Terdakwa tidak memiliki ilmu dibidang tersebut;
Bahwa pendidikan terakhir terdakwa hanyalah lulus SMA tidak dibidang Farmasi atau Apoteker;
Bahwa Terdakwa tidak pernah mendapat pembinaan dari Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dari Dinas Kesehatan tidak ada juga;
Bahwa Terdakwa tidak pernah bertanya kepada Sales mengenai Ijin Edar Obat tersebut;
Bahwa Toko Obat milik Terdakwa tidak ada memiliki Ijin yang resmi;
Bahwa Saat itu Terdakwa ditawarkan Obat oleh Sales lalu Terdakwa beli dan jual kembali;
Bahwa Terdakwa tidak ada memesan, Sales sendiri yang menawarkan Obatnya;
Bahwa obat illegal dan obat-obat yang termasuk dalam daftar G Tidak dipajang di Toko, tapi disimpan didalam Gudang oleh Terdakwa, jika ada Konsumen yang mencarinya, baru Terdakwa ambilkan Obat tersebut didalam Gudang;
Bahwa telah disita barang bukti dari terdakwa berupa 3 (tiga) macam obat yang tidak ada ijin edarnya, 371 (tiga ratus tujuh puluh satu) obat keras Daftar G, dan 16 (enam belas) obat tradisional yang tidak ada ijin edarnya;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;
Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yang berbentuk alternatif, sehingga Majelis Hakim dengan memperhatikan fakta-fakta hukum tersebut diatas memilih langsung dakwaan alternatif ke tiga sebagaimana diatur dalam Pasal 198 Jo Pasal 108 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :
1. Setiap Orang
2. Tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan kewenangan praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atau resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional;
Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:
Ad.1. Unsur Setiap Orang
Menimbang, bahwa “Setiap Orang” sesungguhnya bukanlah merupakan unsur delik, melainkan hanya sebuah unsur Pasal yang menunjuk kepada subyek hukum baik perorangan ataupun badan hukum sebagai pendukung hak dan kewajiban yang diduga dan didakwa telah melakukan suatu perbuatan atau tindakan hukum yang melanggar dan dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan, yang secara terminologi diartikan sebagai siapa saja yang harus dijadikan Terdakwa (Dader) atau subyek hukum yang dapat dimintai pertanggungjawaban secara hukum dalam segala tindakannya, karenanya secara historis kronologis manusia sebagai subyek hukum telah dengan sendirinya memiliki kemampuan untuk bertanggungjawab terhadap setiap tindakan dan perbuatan yang dilakukan, kecuali Undang-Undang menentukan lain;
Menimbang, bahwa dipersidangan Penuntut Umum telah menghadapkan Muhammad Risyki Bin M. Fadhil Alm, yang didakwa melakukan perbuatan pidana, yang menerangkan dan membenarkan identitas selengkapnya sebagaimana disebutkan dalam Surat Dakwaan Penuntut Umum sehingga tidak terjadi kesalahan terhadap orang atau subjek (error in persona) yang dijadikan sebagai Terdakwa, sedangkan terhadap Terdakwa tersebut selama pemeriksaan perkaranya, berdasarkan pengamatan Majelis serta fakta yang terungkap dipersidangan, adalah orang yang cakap dalam berbuat dan mampu bertindak atas dirinya sendiri, tidak ditemukan adanya kelainan baik psikis maupun mental, keadaan berupa paksaan ataupun tekanan, sehingga Terdakwa sebagai subjek hukum dapat dipertanggungjawabkan atau dimintakan pertanggungjawaban terhadap perbuatan yang didakwakan kepadanya. Dengan demikian unsur “Setiap Orang” dalam hal ini adalah sebagai pelaku yang diduga melakukan Tindak Pidana telah terpenuhi dengan dihadapkannya Muhammad Risyki Bin M. Fadhil Alm sebagai Terdakwa;
Ad.2. Unsur Tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan kewenangan praktik kefarmasian yang meliputi pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian obat, pelayanan obat atau resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional;
Menimbang bahwa yang dimaksud dengan unsur “Tidak Memiliki Keahlian “ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “tidak mempunyai ilmu khusus”. (Vide : Umi Chulsum S.Pd dan Windy Novia, S.Pd Kamus Besar Bahasa Indonesia , Penerbit Kashiko, hal.21);
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan “tidak memiliki kewenangan” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia tidak mempunyai kuasa khusus untuk melakukan sesuatu”. (Vide : Umi Chulsum S.Pd dan Windy Novia, S.Pd Kamus Besar Bahasa Indonesia , Penerbit Kashiko, hal 695);
Menimbang bahwa sesuai dengan ketentuan Pasal 108 Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, praktik kefarmasian haruslah dilakukan oleh tenaga Kesehatan, praktik kefarmasian haruslah dilakukan oleh Tenaga Kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 ayat (6) Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang dimaksud dengan Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. Selain itu ketentuan Pasal 22 sampai dengan Pasal Undang-undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan mewajibkan seorang tenaga kesehatan harus mempunyai kualifikasi umum yang diatur dalam Peraturan Menteri, ijindari pemerintah diatur dalam suatu kode etik standar profesi, hak pengguna pelayanan kesehatan, standar prosedur oprasional yang diatur dalam organisasi profesinya atau dengan kata lain, dalam melakukan praktek kefarmasian haruslah dilakukan oleh seseorang yang memiliki keahlian dan kewenangan khusus untuk itu;
Menimbang bahwa yang dimaksud dengan pekerjaan Kefarmasian adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan obat obatan, bahan obat, obat asli Indonesia (obat tradisional), bahan obat asli Indonesia(bahan obat tradisional), alat kesehatan dan kosmetika meliputi produksi dan distribusi termasuk perijinan serta pengawasannya);
Menimbang bahwa yang berhak mengeluarkan sediaan farmasi adalah untuk golongan bebas dan obat-obatan terbatas dapat dikeluarkan oleh toko obat yang mempunyai ijin yang dikeluarkan oleh kantor dinas kesehatan di wilayah masing-masingdan mempunyai penanggung jawab seorang asisten apoteker, bagi yang tidak memiliki ijin dan penanggung jawab seorang asisten apoteker, mereka tidak boleh mengeluarkan sediaan farmasi tersebut;
Menimbang bahwa unsur kedua ini bersifat alternatif artinya apabila salah satu sub unsur dinyatakan telah terpenuhi maka unsur tersebut telah terbukti secara sempurna;
Menimbang bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan berdasarkan keterangan para saksi dan terdakwa sendiri serta Ahli yaitu:
Bahwa terdakwa ditangkap pihak Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) karena menjual Obat Tanpa Ijin Edar pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018 pukul 11.45 WITA, bertempat di Gudang Penyimpanan Obat milik Terdakwa yang beralamat di Jalan Pasar Bawah Bajuin Plaza Blok A III No.6 Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan;
Bahwa pada saat itu Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) datang untuk melihat isi didalam Gudang dan memeriksa obat-obatan yang ada didalam Gudang, lalu Terdakwa diberitahu bahwa sebagian dari obat-obatan dan Jamu tersebut tidak memiliki ijin Edar serta sebagian lagi adalah obat dalam daftar G, lalu Petugas BPOM langsung menyita obat dan jamu yang tanpa ada ijin edarnya dan obat-obat yang termasuk dalam daftar G tersebut;
Bahwa barang-barang yang disita yaitu 3 (Tiga) macam Obat Tanpa Iizin Edar, 16 (Enam Belas) macam Obat Tradisional Tanpa Izin Edar, 371 (Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu) macam Obat Keras Daftar G;
Bahwa keuntungan Terdakwa yang didapat tidak terlalu banyak misalnya Jamu Montalin per kotak Terdakwa beli seharga Rp.33.000,- (tiga puluh tiga ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah), Jamu Chang San per kotak Terdakwa beli seharga Rp.40.000,- (empat puluh ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah), Jamu Urat Madu per kotak Terdakwa beli seharga Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah), dan Terdakwa jual seharga Rp.55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah), Jamu Urat Badak per kotak Terdakwa beli seharga Rp.55.000,- (lima puluh lima ribu rupiah) dan Teradkwa jual seharga Rp.60.000,- (enam puluh ribu rupiah) kalau untuk obat keras Solpenox Syrup per bootol saya beli Rp.5.000,- (lima ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah) Ponstan per blister Terdakwa beli Rp.22.000,- (dua puluh dua ribu rupiah) dan Terdakwa jual seharga Rp.23.000,- (dua puluh tiga ribu rupiah) atau Rp.2.300,- (dua ribu tiga ratus) per tab;
Bahwa Terdakwa berjualan obat sudah 2 (dua) tahun;
Bahwa Terdakwa tidak bisa membedakan yang mana obat yang telah memiliki ijin edar maupun belum memiliki ijin edar, begitu pula mengenai obat yang termasuk dalam daftar G terdakwa tidak mengatahui yang mana karena Terdakwa tidak memiliki ilmu dibidang tersebut;
Bahwa pendidikan terakhir terdakwa hanyalah lulus SMA tidak dibidang Farmasi atau Apoteker;
Bahwa Terdakwa tidak pernah mendapat pembinaan dari Petugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan dari Dinas Kesehatan tidak ada juga;
Bahwa Terdakwa tidak pernah bertanya kepada Sales mengenai Ijin Edar Obat tersebut;
Bahwa Toko Obat milik Terdakwa tidak ada memiliki Ijin yang resmi;
Bahwa Saat itu Terdakwa ditawarkan Obat oleh Sales lalu Terdakwa beli dan jual kembali;
Bahwa Terdakwa tidak ada memesan, Sales sendiri yang menawarkan Obatnya;
Bahwa obat illegal dan obat-obat yang termasuk dalam daftar G Tidak dipajang di Toko, tapi disimpan didalam Gudang oleh Terdakwa, jika ada Konsumen yang mencarinya, baru Terdakwa ambilkan Obat tersebut didalam Gudang;
Menimbang bahwa di dalam obat-obatan yang disita dari Toko Terdakwa terdapat 3 (tiga) macam obat yang tidak ada ijin edarnya dan 16 (enam belas) obat tradisional yang tidak ada ijin edarnya, sedangkan 371 (tiga ratus tujuh puluh satu) obat keras Daftar G yang merupakan sediaan farmasi yang dimaksud adalam undang-undang kesehatan dimana (tiga) macam obat yang tidak ada ijin edarnya dan 16 (enam belas) obat tradisional yang tidak ada ijin edarnya tidak boleh diedarkan karena tidak ada ijin edarnya sedangkan 371 (tiga ratus tujuh puluh satu) obat keras Daftar G dimana untuk obat dalam daftar G hanya boleh diperjual belikan oleh orang yang memiliki keahlian dibidang Farmasi/ Apoteker dan di jualnya atau diedarkan di Apotek, tidak boleh di Toko Obat biasa, karena Toko Obat tidak dalam pengawasan Balai POM;
Menimbang bahwa Terdakwa tidak memiliki keahlian dan latar belakang pendidikan dalam bidang farmasi karena pendidikan terdakwa sebatas pendidikan SMP/Madrasah Tsanawiyah dan Terdakwa tidak mengetahui kandungan dan bahan baku terhadap obat dan obat tradisional yang dijualnya tersebut;
Menimbang bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut Majelis berpendapat bahwa 3 (tiga) macam obat yang tidak ada ijin edarnya, 371 (tiga ratus tujuh puluh satu) obat keras Daftar G, dan 16 (enam belas) obat tradisional tanpa ijin edar tersebut adalah sediaan farmasi yang dalam segala kegiatan yang berkaitan dengan sedian farmasi tersebut dikategorikan sebagai praktik kefarmasian yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan sedangkan Terdakwa sendiri bukanlah seseorang yang dapat dikategorikan sebagai tenaga kesehatan karena tidak memiliki pengetahuan dan/ atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan sehingga tidak berhak untuk melakukan praktik kefarmasian termasuk dalam hal pendistribusian obat 3 (tiga) macam obat yang tidak ada ijin edarnya, 371 (tiga ratus tujuh puluh satu) obat keras Daftar G, dan 16 (enam belas) obat tradisional tanpa ijin edar kepada masyarakat, dengan demikian unsur “Tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 108 telah terpenuhi;
Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, ternyata perbuatan terdakwa telah memenuhi seluruh unsur-unsur dari dakwaan Ketiga tersebut sehingga Majelis berkesimpulan bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya yaitu melanggar Pasal 198 Jo Pasal 108 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa telah dipandang mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya, sedangkan secara sah dan meyakinkan telah pula dinyatakan bersalah, maka berdasarkan ketentuan Pasal 193 ayat (1) KUHAP, terhadap Terdakwa haruslah dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya, dan agar pidana yang akan dijatuhkan kelak memenuhi rasa keadilan, maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi diri Terdakwa:
Hal-hal yang memberatkan:
Perbuatan Terdakwa membahayakan kesehatan masyarakat;
Hal-hal yang meringankan:
Terdakwa menyatakan penyesalannya, terus terang mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi;
Terdakwa bersikap sopan dipersidangan dan belum pernah dihukum;
Menimbang, bahwa tujuan pemidanaan bukanlah sebagai bentuk tindakan yang bersifat balas dendam ataupun semata-mata untuk menyengsarakan, akan tetapi merupakan suatu upaya yang bersifat edukatif (pembelajaran) bagi Terdakwa serta tindakan preventif (pencegahan) bagi masyarakat secara umum, agar mengetahui dan tidak meniru perbuatan yang telah dilakukan oleh Terdakwa serta agar pulihnya rasa keadilan dan ketertiban dalam masyarakat, sedangkan bagi Terdakwa diharapkan agar mengerti dan merasa jera serta menginsyafi perbuatannya sehingga kedepan dapat memperbaiki diri dan merubah perilakunya untuk tidak melakukan tindak pidana lagi, dan yang paling utama agar Terdakwa dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat diterima kembali dalam kehidupan bermasyarakat dikemudian hari;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa dijatuhkan pidana denda, maka Terdakwa diperintahkan untuk dibebaskan dari tahanan segera setelah putusan ini diucapkan;
Menimbang, bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 39 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Juncto Pasal 46 ayat (2) dan Pasal 194 Ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), barang bukti dapat dirusak atau dikembalikan kepada yang berhak yang disebutkan dalam Putusan, atau dikembalikan kepada Penuntut Umum apabila masih diperlukan lagi dalam pembuktian atau sebagai barang bukti dalam perkara lain, dan atas pilihan tersebut berdasarkan urgensinya, maka terhadap barang bukti dalam perkara ini yakni berupa:
3 (tiga) macam obat yang tidak ada ijin edarnya;
16 (enam belas) obat tradisional yang tidak ada ijin edarnya;
371 (tiga ratus tujuh puluh satu) obat keras Daftar G;
Menimbang, Majelis Hakim akan mempertimbangkan status barang bukti dalam putusan yaitu barang bukti tersebut merupakan obat-obat yang berbahaya apabila digunakan tanpa pengawasan oleh tenaga kesehatan yang ahli dan berwenang dan Terdakwa telah mengedarkan obat-obatan tersebut tanpa keahlian dan kewenangan dan dikhawatirkan akan dipergunakan untuk mengulangi kejahatan maka perlu ditetapkan agar barang bukti tersebut “Dirampas untuk Dimusnahkan”;
Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa telah dinyatakan bersalah dan akan dijatuhi pidana, sedangkan sebelumnya Terdakwa tidak pernah meminta untuk dibebaskan dari kewajiban pembayaran biaya perkara, maka berdasarkan Pasal 222 KUHAP, kepada Terdakwa haruslah dibebankan untuk membayar biaya perkara yang besarnya akan disebutkan dalam amar Putusan ini;
Mengingat, ketentuan Pasal 198 Juncto Pasal 108 UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan memperhatikan Pasal-pasal pada Undang-undang Nomor 8 tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta Pasal-pasal pada Peraturan Perundang-undangan lain yang berkaitan dengan perkara ini;
MENGADILI:
Menyatakan Terdakwa Muhammad Risyki Bin M. Fadhil (Alm) telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Melakukan Praktek Kefarmasian Tanpa Memiliki Keahlian dan Kewenangan”;
Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan pidana denda sebesar Rp 40.000.000,- (Empat Puluh Juta Rupiah) dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 5 (lima) bulan;
Memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk segera mengeluarkan Terdakwa dari Tahanan Rumah Tahanan Negara Pelaihari;
Menetapkan barang bukti berupa:
| No. | Nama | Pabrik | Jumlah | Keterangan | |
| 1 | Hufanoxil | PT Gratia Husada Farma | 72 | Botol | Obat Keras |
| 2 | Yusimox Forte | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 98 | Botol | Obat Keras |
| 3 | Mucos | PT Meprofarm | 7 | Botol | Obat Keras |
| 4 | Chlorexol | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 10 | Botol | Obat Keras |
| 5 | Yusimox | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 22 | Botol | Obat Keras |
| 6 | Solpenox | Solas | 33 | Botol | Obat Keras |
| 7 | Vosea | Graha Farma | 56 | Botol | Obat Keras |
| 8 | Dionicol | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 11 | Botol | Obat Keras |
| 9 | Dolorstan | PT Rama Emerald Multi Sukses | 4 | Botol | Obat Keras |
| 10 | Broadamox | Sampharindo Perdana | 49 | Botol | Obat Keras |
| 11 | Lostacef 125 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 8 | Botol | Obat Keras |
| 12 | Lostacef 250 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 8 | Botol | Obat Keras |
| 13 | Lerzin | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 11 | Botol | Obat Keras |
| 14 | Norvom | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 6 | Botol | Obat Keras |
| 15 | Saltrim | Itrasal | 21 | Botol | Obat Keras |
| 16 | Farizol | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 7 | Botol | Obat Keras |
| 17 | Hufaxol | PT Gratia Husada Farma | 3 | Botol | Obat Keras |
| 18 | Hufabethamin | PT Gratia Husada Farma | 11 | Botol | Obat Keras |
| 19 | Roverton | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 6 | Botol | Obat Keras |
| 20 | Hufafural | PT Gratia Husada Farma | 4 | Botol | Obat Keras |
| 21 | Comtusi | PT Combiphar | 4 | Botol | Obat Keras |
| 22 | Novastan | Novapharin Pharmaceutical Industries | 4 | Botol | Obat Keras |
| 23 | Xiltrop | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 5 | Botol | Obat Keras |
| 24 | Hufadon | PT Gratia Husada Farma | 4 | Botol | Obat Keras |
| 25 | Helixim | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 4 | Botol | Obat Keras |
| 26 | Ulsafate | PT Combiphar | 3 | Botol | Obat Keras |
| 27 | Berotec | Boehringer Ingelheim | 4 | Botol | Obat Keras |
| 28 | Cazetin | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 4 | Botol | Obat Keras |
| 29 | Neoasma | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 2 | Botol | Obat Keras |
| 30 | Lexapram | PT Molex Ayus | 1 | Botol | Obat Keras |
| 31 | Mucos | PT Meprofarm | 1 | Botol | Obat Keras |
| 32 | Erlamycetin | PT Erela | 26 | Botol | Obat Keras |
| 33 | Reco | PT Global Multi Pharmalab | 22 | Botol | Obat Keras |
| 34 | Reco | PT Global Multi Pharmalab | 7 | Botol | Obat Keras |
| 35 | Genoint | PT Erela | 11 | Botol | Obat Keras |
| 36 | Genoint | PT Erela | 9 | Botol | Obat Keras |
| 37 | Cendo Xitrol Tetes mata | Cendo | 5 | Botol | Obat Keras |
| 38 | Neocenta | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 14 | Tube | Obat Keras |
| 39 | Synarcus | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 10 | Tube | Obat Keras |
| 40 | Acifar | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 8 | Tube | Obat Keras |
| 41 | Orsaderm | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 6 | Tube | Obat Keras |
| 42 | Vitaquin | PT Surya Dermato Medica Laboratories | 9 | Tube | Obat Keras |
| 43 | Nisagon | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 8 | Tube | Obat Keras |
| 44 | Melanox | PT Surya Dermato Medica Laboratories | 8 | tube | Obat Keras |
| 45 | Bioplacenton | PT Kalbe Farma | 5 | Tube | Obat Keras |
| 46 | Inerson | Interbat | 4 | Tube | Obat Keras |
| 47 | Herpiclof | Nufarindo | 17 | Tube | Obat Keras |
| 48 | Betason-N | PT Kimia Farma | 12 | Tube | Obat Keras |
| 49 | Nufacort | Nufarindo | 7 | Tube | Obat Keras |
| 50 | Medi-Klin TR | PT Surya Dermato Medica Laboratories | 5 | Tube | Obat Keras |
| 51 | AMOXICILLIN 500 MG | PT Pharma Laboratories | 5000 | kaplet | Obat Keras |
| 52 | Antalgin Tab 500 mg | PT Corsa Industri | 11400 | Tablet | Obat Keras |
| 53 | Dezamethason 0,5 mg Dexa | PT Dexa | 1300 | Kaplet | Obat Keras |
| 54 | Triclofem | PT Tunggal Idaman Mandiri | 82 | Vial | Obat Keras |
| 55 | Lanadexon | PT Landson | 700 | Tablet | Obat Keras |
| 56 | Cyclofem | PT Tunggal Idaman Mandiri | 134 | Vial | Obat Keras |
| 57 | Grafalin 4 | PT Graha Farma | 500 | Tablet | Obat Keras |
| 58 | Captopril 25 mg | PT Indofarma | 800 | Tablet | Obat Keras |
| 59 | Danasone | PT Hexpharm | 370 | Tablet | Obat Keras |
| 60 | Lotharson | PT Nufarindo | 360 | kaplet | Obat Keras |
| 61 | Remafar | PT Ifars | 360 | Tablet | Obat Keras |
| 62 | Hufadine | PT Gratia | 360 | Tablet | Obat Keras |
| 63 | Amlodipine 5 mg | PT Beta | 400 | Tablet | Obat Keras |
| 64 | Molacort 0,5 | PT Molex Ayus | 500 | Tablet | Obat Keras |
| 65 | Rancus 150 | PT Mersi | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 66 | Dexymox Forte | Dexa | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 67 | Zenicardo | PT Zenith | 90 | Tablet | Obat Keras |
| 68 | Hufanoxyl 500 mg | PT Gratia | 270 | kaplet | Obat Keras |
| 69 | Andalan FE | PT Harsen | 48 | Blister | Obat Keras |
| 70 | Neurotropic Inj | PT Global | 32 | Vial | Obat Keras |
| 71 | Super Tetra | PT Daria Varia | 640 | Kapsul | Obat Keras |
| 72 | Histigo | PT Ifars | 80 | kaplet | Obat Keras |
| 73 | Amosterra | PT Sejahtera Lestari | 140 | Kaplet | Obat Keras |
| 74 | Colidium | PT Solas | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 75 | Andalan Pil KB | PT Harsen | 84 | Blister | Obat Keras |
| 76 | Broadamox | PT Samparindo | 170 | kaplet | Obat Keras |
| 77 | Metisol 4 mg | PT Hexpharm | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 78 | Neo-K | PT Combiphar | 12 | ampul | Obat Keras |
| 79 | Lansoprazole 30 mg | PT Hexpharm | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 80 | Sotatic | PT Fahrenheit | 7 | ampul | Obat Keras |
| 81 | Diane 35 | PT Bayer | 22 | Blister | Obat Keras |
| 82 | Trinordiol 28 | PT Sunthi Sepuri | 58 | Blister | Obat Keras |
| 83 | Erlamoxy | PT Erela | 350 | kaplet | Obat Keras |
| 84 | Ponstelax 500 | PT Combiphar | 240 | kaplet | Obat Keras |
| 85 | Mexon | PT Sampharindo | 280 | Kaplet | Obat Keras |
| 86 | Grathazon 0,5 | PT Graha Farma | 460 | kaplet | Obat Keras |
| 87 | Forten 25 mg | PT Kalbe | 130 | Tablet | Obat Keras |
| 88 | Cyclogeston | PT Triyasa | 35 | Vial | Obat Keras |
| 89 | Amlodipine Besilate 10 mg | PT Promed | 10 | Tablet | Obat Keras |
| 90 | Ranitidin | PT Hexpharm | 21 | ampul | Obat Keras |
| 91 | Ranitidine HCl 150 mg | PT bernofarm | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 92 | Antrain | PT Interbat | 10 | ampul | Obat Keras |
| 93 | Sohobion | PT Soho | 32 | ampul | Obat Keras |
| 94 | Sammoxin | PT Samco | 160 | kaplet | Obat Keras |
| 95 | Pehastan 500 | PT Phapros | 130 | kaplet | Obat Keras |
| 96 | Carbidu 0,5 | PT Sampharindo | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 97 | Stanza 500 | PT Hexpharm | 100 | kaplet | Obat Keras |
| 98 | Zoralin | Medikon | 120 | Tablet | Obat Keras |
| 99 | Gasela | PT erela | 270 | Tablet | Obat Keras |
| 100 | Selespurin 100 | PT Sejahtera Lestari | 180 | Tablet | Obat Keras |
| 101 | Moxigra 500 g | PT Graha Farma | 350 | Tablet | Obat Keras |
| 102 | Recodryl | PT Global | 20 | Vial | Obat Keras |
| 103 | Terramycin | Pfizer | 30 | Vial | Obat Keras |
| 104 | Andalan KB (hijau) | PT Harsen | 41 | Vial | Obat Keras |
| 105 | Eltazon | PT Ifars | 160 | Tablet | Obat Keras |
| 106 | Salbutamol 2 mg | PT Kimia Farma | 140 | Tablet | Obat Keras |
| 107 | Renadiac 50 | PT Pratapa Nirmala | 150 | Tablet | Obat Keras |
| 108 | Katergi | PT Yekatria | 150 | Tablet | Obat Keras |
| 109 | Bufacaryl | PT Bufa Aneka | 260 | Tablet | Obat Keras |
| 110 | Simvastatin 10 mg | PT Hexpharm | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 111 | Harmonis | PT Harsen | 25 | Vial | Obat Keras |
| 112 | Licodexon 0,5 | PT Berlico | 270 | Kaplet | Obat Keras |
| 113 | Kemoren 50 | PT Phyto Kemo Agung | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 114 | Faxiden 10 mg | PT Ifars | 170 | kaplet | Obat Keras |
| 115 | Cyclogynon | PT Tunggal Idaman Abdi | 44 | Blister | Obat Keras |
| 116 | Pil KB Kombinasi | PT Harsen | 145 | Blister | Obat Keras |
| 117 | carbidu 0,75 | PT Sampharindo | 400 | Tablet | Obat Keras |
| 118 | Glibenclamide 5 mg | PT Indofarma | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 119 | Piroxicam 10 | PT Promed | 260 | Tablet | Obat Keras |
| 120 | Proxona | PT Harsen | 260 | Tablet | Obat Keras |
| 121 | Pronicy | PT Kalbe Farma | 550 | Tablet | Obat Keras |
| 122 | Farmoten 25 | PT Pratapa Nirmala | 190 | Tablet | Obat Keras |
| 123 | Molacort 0,75 | PT Molex Ayus | 340 | Tablet | Obat Keras |
| 124 | Vibramox | Pyridam | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 125 | Bintamox 500 | PT Dankos Farma | 120 | Kaplet | Obat Keras |
| 126 | Spasminal | PT Hexpharm Jaya | 120 | Tablet | Obat Keras |
| 127 | Etafungal | PT Errita Farma | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 128 | Dextamine | Phapros | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 129 | Glocodex | PT Dexa Medica | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 130 | Forten 12,5 mg | PT Hexpharm Jaya | 150 | Tablet | Obat Keras |
| 131 | Glikos | PT Ifars | 160 | Kaplet | Obat Keras |
| 132 | Benodon Injeksi | Bernofarm | 8 | Vial | Obat Keras |
| 133 | Sidiadryl Injeksi | PT bernofarm | 6 | Vial | Obat Keras |
| 134 | Dexamethasone Injeksi | PT Phapros | 96 | ampul | Obat Keras |
| 135 | Deponeo | PT Triyasa Nagamas Farma | 10 | Vial | Obat Keras |
| 136 | Oxytocin | PT Etica | 36 | ampul | Obat Keras |
| 137 | Aqua Pro Injeksi | PT Global Multi Pharmalab | 10 | Vial | Obat Keras |
| 138 | Vit B Komplek Injeksi | PT Global Multi Pharmalab | 9 | Vial | Obat Keras |
| 139 | Vit B1 Injeksi | PT Global Multi Pharmalab | 5 | Vial | Obat Keras |
| 140 | Pehacain Injeksi | PT Indofarma | 13 | ampul | Obat Keras |
| 141 | Cortisone Acetate | Darya Varia Lab. | 11 | Vial | Obat Keras |
| 142 | Scandexon | PT Tempo Scan Pacific Tbk | 340 | Tablet | Obat Keras |
| 143 | Linogra 100 | Graha Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 144 | Depo Progestin Injeksi | Harsen | 14 | Vial | Obat Keras |
| 145 | Metformin 500 | Hexphar Jaya | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 146 | Neosma | PT Ifars | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 147 | Teosal | PT Dexa Mmedica | 300 | Tablet | Obat Keras |
| 148 | Kanamycin Meiji Injeksi | PT Meiji Indonesia | 9 | Vial | Obat Keras |
| 149 | Acyclovir 200 | PT Indofarma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 150 | Lansoprazole 30 mg | Novell | 60 | Kapsul | Obat Keras |
| 151 | Fargoxin 0,25 | PT Pratapa Nirmala | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 152 | Pritamox 500 | PT Molex Ayus | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 153 | Oxytetracycline | PT Kimia Farma | 25 | Tube | Obat Keras |
| 154 | Yasmin | Bayer Weimar Gmbh Und Co.KG | 2 | Blister | Obat Keras |
| 155 | Chloramfecort-H Cream | PT Kimia Farma | 10 | Tube | Obat Keras |
| 156 | Microgynon | PT Bayer | 8 | Kotak | Obat Keras |
| 157 | Timovit | PT Berlico Mulia Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 158 | Tidifar | PT Ifars | 140 | Tablet | Obat Keras |
| 159 | Griseofulvin 125 | Novapharin | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 160 | Ringer Lactate Infus | PT Widatra Bhakti | 2 | Botol | Obat Keras |
| 161 | Otsu D5 Infus | PT Otsuka | 1 | Botol | Obat Keras |
| 162 | Glukosa 5% | PT Widatra Bhakti | 8 | Botol | Obat Keras |
| 163 | Otsu RL | PT Otsuka | 2 | Botol | Obat Keras |
| 164 | Zoline | Pyridam Farma | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 165 | Lerzin | PT Ifars | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 166 | Vosea | Graha Farma | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 167 | Gratheos 50 | Graha Farma | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 168 | Mycoral 200 | PT Kalbe Farma | 150 | Tablet | Obat Keras |
| 169 | Ennamax | Actavis | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 170 | Kemocef | PT Phyto Kemo Agung | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 171 | Zendalat | Zenith | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 172 | Rifampicin 450 | Kimia Farma | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 173 | Eryra Forte | Rama Emerald | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 174 | Meloxicam | Hexpharm | 90 | Tablet | Obat Keras |
| 175 | Diabit 500 | Hexpharm | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 176 | Dumocycline 250 | Dumex | 160 | Kapsul | Obat Keras |
| 177 | Interhistin | Interbat | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 178 | FG Troches | Meiji | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 179 | Ersolon | PT Erlimpex | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 180 | Otoryl 25 | Otto | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 181 | Ometilson 4 | PT Mutifa | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 182 | Ermethasone 0,5 | Erlimpex | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 183 | Salbutamol 4 mg | PT Kimia Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 184 | Captopril 12,5 | Dexa Medica | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 185 | Acyclovir 400 | PT Indofarma | 20 | Tablet | Obat Keras |
| 186 | Actapin 5 | Actavis | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 187 | Cataflam 50 | PT Novartis | 20 | Tablet | Obat Keras |
| 188 | Noperten 10 | PT Dexa Medica | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 189 | Noperten 5 | PT Dexa Medica | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 190 | Natrium Diklofenak 50 | Novell | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 191 | Dexteem Plus | Erlimpex | 120 | Tablet | Obat Keras |
| 192 | Grazeo 20 | Graha Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 193 | Allopurinol 100 mg | PT Landson | 90 | Tablet | Obat Keras |
| 194 | Selvim 20 | PT Ifars | 20 | Tablet | Obat Keras |
| 195 | Divoltar 50 | PT Kalbe | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 196 | Ketokonazole 200 | PT Feron Pharmaceutical | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 197 | Grafalin 4 | PT Graha Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 198 | Grafalin 2 | PT Graha Farma | 60 | Tablet | Obat Keras |
| 199 | Isosorbide Dinitrate 5 mg | PT Indofarma | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 200 | Captopril 12,5 | PT Indofarma | 60 | Tablet | Obat Keras |
| 201 | Winatin | PT Ifars | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 202 | Dextaco | PT Berlico | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 203 | Flacoid 0,5 | PT Yekatria | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 204 | Voltadex 50 | PT Beta Pharmakon | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 205 | Methyl Prednisoolon 4 mg | PT Dexa Medica | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 206 | Tokasid | PT Graha Farma | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 207 | Solinfec | PT Ifars | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 208 | Ketoconazole 200 | PT Novapharin | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 209 | Lovires 400 | PT Graha Farma | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 210 | Comtusi Forte | PT Combiphar | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 211 | Adrome | PT Landson | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 212 | Bimaflox 500 | PT Bima Mitra Farma | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 213 | Grafamic | PT Graha Farma | 280 | Kaplet | Obat Keras |
| 214 | Fargetix | PT Ifars | 370 | Kaplet | Obat Keras |
| 215 | Tifestan Forte | PT Balatif | 150 | Kaplet | Obat Keras |
| 216 | Samrox 20 | PT Samco Farma | 240 | kapsul | Obat Keras |
| 217 | Cefadroxil 500 | PT Bernofarm | 200 | kapsul | Obat Keras |
| 218 | Etafenin | PT Errita Pharma | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 219 | Asam Mefenamat | PT Errita Pharma | 300 | Kaplet | Obat Keras |
| 220 | Provinas 400 | PT Sejahtera Lestari Farma | 200 | kapsul | Obat Keras |
| 221 | Triadene 20 | PT Yekatria Farma | 200 | kapsul | Obat Keras |
| 222 | Farmalat 10 | PT Pratapa Nirmala | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 223 | Dionicol | PT Ifars | 210 | Kaplet | Obat Keras |
| 224 | Novaflox 500 | PT Novapharin | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 225 | Nifedipine | PT Dexa Medica | 250 | Tablet | Obat Keras |
| 226 | Lostacef 500 | PT Ifars | 100 | kapsul | Obat Keras |
| 227 | Farsifen 400 | PT Ifars | 140 | Kaplet | Obat Keras |
| 228 | Norpid 10 | PT Graha Farma | 60 | Kaplet | Obat Keras |
| 229 | Norpid 20 | PT Graha Farma | 30 | Kaplet | Obat Keras |
| 230 | Novachlor | PT Novapharin | 100 | kapsul | Obat Keras |
| 231 | Amoxsan 500 | PT Caprifarmindo Labs | 30 | kapsul | Obat Keras |
| 232 | Primavon | PT Zenith Pharmaceuticals | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 233 | Ambroxol 30 | PT Novapharin | 220 | Tablet | Obat Keras |
| 234 | Anastan Forte | PT Gratia Husada Farma | 130 | Kaplet | Obat Keras |
| 235 | Dolo-licobion | PT Berlico Mulia Farma | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 236 | Hufaflox 500 | PT Gratia Husada Farma | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 237 | Biomega | PT Graha Farma | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 238 | Altran | PT Imfarmind Farmasi Industri | 200 | Captab | Obat Keras |
| 239 | Roverton | PT Ifars | 50 | Kaplet | Obat Keras |
| 240 | Niprocor | PT Yekatria Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 241 | Helixim 100 | PT Ifars | 30 | kapsul | Obat Keras |
| 242 | Trodex | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 243 | Latibet 5 | PT Ifars | 140 | Tablet | Obat Keras |
| 244 | Simvastatin 10 | PT Hexpharm Jaya | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 245 | Infatrim Forte | PT Molex Ayus | 50 | Kaplet | Obat Keras |
| 246 | Mefix 500 | PT Meprofarm | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 247 | Tasma | PT Erela | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 248 | Renabetic | PT Pratapa Nirmala | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 249 | Antidia | PT Bernofarm | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 250 | Gricin 125 | PT Novapharin | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 251 | Refaquin | PT Surya Dermato Medica Laboratories | 4 | Tube | Obat Keras |
| 252 | Nebacetin | PT Pharos | 7 | Botol | Obat Keras |
| 253 | Dexigen | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 4 | Tube | Obat Keras |
| 254 | Berloson-N | Berlico Mulia Farma | 4 | Tube | Obat Keras |
| 255 | Scabimite | Galenium Pharmasia | 2 | Tube | Obat Keras |
| 256 | Oxytetracycline Salep mata | PT Kimia Farma | 10 | Tube | Obat Keras |
| 257 | Betamethason Valerate | PT Kimia Farma | 8 | Tube | Obat Keras |
| 258 | Oxytetracycline Salep Kulit | PT Indofarma | 14 | Tube | Obat Keras |
| 259 | Hydrocortisone | PT Kimia Farma | 2 | Tube | Obat Keras |
| 260 | Terramycin Salep mata | Pfizer | 2 | Tube | Obat Keras |
| 261 | Alletrol Tetes mata | PT Erela | 5 | Tube | Obat Keras |
| 262 | Wiros 20 mg | PT Itrasal | 500 | Kapsul | Obat Keras |
| 263 | Ampicillin 500 mg | PT Pharma Laboratories | 250 | Kaplet | Obat Keras |
| 264 | Selespurin 300 mg | PT Sejahtera Lestari Farma | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 265 | Faxiden 20 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 266 | Mefenamic Acid 500 mg | PT Hexpharm Jaya | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 267 | Lokev | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 200 | Kapsul | Obat Keras |
| 268 | Grafazol 500 mg | PT Graha Farma | 300 | Kaplet | Obat Keras |
| 269 | Hufaxol | PT Gratia Husada Farma | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 270 | Kaditic 50 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 271 | Prostanac 50 mg | PT Pyridam Farma | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 272 | Cetrol | Solas | 80 | Kaplet | Obat Keras |
| 273 | Trodex | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 274 | Latibet 5 mg | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 220 | Tablet | Obat Keras |
| 275 | Dextaf | PT Balatif | 230 | Tablet | Obat Keras |
| 276 | Metformin 500 mg | PT Hexpharm Jaya | 340 | Tablet | Obat Keras |
| 277 | Zelona | PT Zenith Pharmaceuticals | 240 | Tablet | Obat Keras |
| 278 | Amoxicillin 500 mg | PT Pharma Laboratories | 350 | Kaplet | Obat Keras |
| 279 | Prix 25 | PT Rama Emerald Multi Sukses | 220 | Tablet | Obat Keras |
| 280 | Pritacort | PT Molex Ayus | 220 | Tablet | Obat Keras |
| 281 | Dexclosan | PT Rama Emerald Multi Sukses | 250 | Tablet | Obat Keras |
| 282 | Potaflam 50 | PT Berlico Mulia Farma | 260 | Kaplet | Obat Keras |
| 283 | Samcofenac 50 mg | PT Samco Farma | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 284 | Prednisone 5 mg | PT Sejahtera Lestari Farma | 2000 | Tablet | Obat Keras |
| 285 | CTM | PT Imfarmind Farmasi Industri | 1000 | Tablet | Obat Keras |
| 286 | Alleron | PT Mega Esa Farma | 1000 | Kaplet | Obat Keras |
| 287 | Fenaren | PT Bernofarm | 300 | Tablet | Obat Keras |
| 288 | Megasonum | PT Mega Esa Farma | 370 | Kaplet | Obat Keras |
| 289 | Mefinal 500 mg | PT Sanbe Farma | 100 | kaplet | Obat Keras |
| 290 | Opistan 500 mg | PT Otto Pharmaceutical Industries | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 291 | Dexycol 500 mg | PT Dexa Medica | 260 | Kapsul | Obat Keras |
| 292 | Etamox 500 mg | PT Errita Pharma | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 293 | Topcillin 500 mg | PT Dankos Farma | 250 | Kaplet | Obat Keras |
| 294 | Inflason | PT Berlico Mulia Farma | 400 | Kaplet | Obat Keras |
| 295 | Ponstan | PT Pfizer | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 296 | Neuralgin Rx | PT Kalbe Farma | 150 | Kaplet | Obat Keras |
| 297 | Pyradexon | PT Pyridam Farma | 270 | Kaplet | Obat Keras |
| 298 | Grafachlor | PT Graha Farma | 230 | Kaplet | Obat Keras |
| 299 | Suldox | PT Actavis | 60 | Tablet | Obat Keras |
| 300 | Gralixa 40 mg | PT Graha Farma | 170 | Tablet | Obat Keras |
| 301 | Santibi Plus | PT Sanbe Farma | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 302 | Lapibal 500 | PT Lapi Laboratories | 30 | Kapsul | Obat Keras |
| 303 | Omegtamine | PT Mutifa | 90 | Kaptab | Obat Keras |
| 304 | Linogra 100 | PT Graha Farma | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 305 | Pycameth | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 306 | Pondex Forte | PT Dexa Medica | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 307 | Katergi | PT Yekatria Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 308 | Incidal-OD | PT Bayer | 50 | Kapsul | Obat Keras |
| 309 | Infatrim Fotre | PT Molex Ayus | 30 | Kaplet | Obat Keras |
| 310 | Hufanoxil 500 | PT Gratia Husada Farma | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 311 | Pritagesic | PT Molex Ayus | 170 | Kaplet | Obat Keras |
| 312 | Novaxicam | PT Novapharin | 150 | Kapsul | Obat Keras |
| 313 | Hufamycetin | PT Gratia Husada Farma | 20 | Kapsul | Obat Keras |
| 314 | Divoltar 50 | PT Kalbe Farma | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 315 | Selvim 10 | PT Ifars Pharmaceutical L | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 316 | Zantifar | PT Ifars Pharmaceutical L | 50 | Kaplet | Obat Keras |
| 317 | Diabit 500 | PT Hexpharm Jaya | 130 | Tablet | Obat Keras |
| 318 | Gastricon | PT First Medipharma | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 319 | Flasicox 15 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 320 | Bidaxtam | PT Bima Mitra Farma | 150 | Kaplet | Obat Keras |
| 321 | Rexavim 500 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 90 | Kaplet | Obat Keras |
| 322 | Selestidin 200 | PT Sejahtera Lestari Farma | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 323 | Suprabiotic | PT Zenith Pharmaceuticals | 80 | Kapsul | Obat Keras |
| 324 | Floxifar 500 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 325 | Scopma Plus | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 140 | Kaplet | Obat Keras |
| 326 | Fasiprim Forte | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 327 | Fatibact Adult | PT Bufa Aneka | 50 | kaplet | Obat Keras |
| 328 | Farizol 500 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 329 | Mecobalamin | PT Guardian Pharmatama | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 330 | Omekur | PT Mutifa | 160 | Tablet | Obat Keras |
| 331 | Griseofulvin 500 | PT Darya Varia | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 332 | Mixalgin | PT Erela | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 333 | Sultrimmix | PT Bernofarm | 200 | Tablet | Obat Keras |
| 334 | Zultrop | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 335 | Denicam 20 | PT Erlimpex | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 336 | Lovitrop | PT Tropica Mas Pharmaceutical | 70 | Kaplet | Obat Keras |
| 337 | Sammoxin Forte | PT Samco Farma | 100 | kaplet | Obat Keras |
| 338 | Licofel | PT Berlico Mulia Farma | 120 | Kapsul | Obat Keras |
| 339 | Dexaharsen 0,75 | PT Harsen | 200 | kaplet | Obat Keras |
| 340 | Grafacetin | PT Graha Farma | 100 | Kapsul | Obat Keras |
| 341 | Licodexon 0,5 | PT Berlico Mulia Farma | 200 | Kaplet | Obat Keras |
| 342 | Hufadon | PT Gratia Husada Farma | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 343 | Bidium | PT Bima Mitra Farma | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 344 | Fimestan Forte | PT First Medipharma | 120 | Kaplet | Obat Keras |
| 345 | Oxicobal | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 70 | Kapsul | Obat Keras |
| 346 | Graprima Adult | PT Graha Farma | 60 | Tablet | Obat Keras |
| 347 | Flacoid 0,75 | PT Yekatria Farma | 150 | Kaplet | Obat Keras |
| 348 | Alofar 100 | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 349 | Omefulvin | PT Mutifa | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 350 | Farsiretic | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 351 | Farsorbid 5 | PT Pratapa Nirmala | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 352 | Neuropyron-V | PT Harsen | 50 | Kaplet | Obat Keras |
| 353 | Lodia | PT Sanbe Farma | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 354 | Neosma | PT Ifars Pharmaceutical Laboratories | 100 | Kaplet | Obat Keras |
| 355 | Piroxicam 10 mg | PT Trifa Raya Laboratories | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 356 | Mucos | PT Meprofarm | 80 | Tablet | Obat Keras |
| 357 | Mediamer B6 | PT Darya Varia | 40 | Tablet | Obat Keras |
| 358 | Ranitidin 150 mg | PT Hexpharm Jaya | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 359 | Ranitidine HCl | PT Bernofarm | 30 | Tablet | Obat Keras |
| 360 | Cimetidine 200 | PT Promedrahardjo | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 361 | Cefixime 100 mg | PT Hexpharm Jaya | 10 | Kapsul | Obat Keras |
| 362 | Gludepatic 500 | PT Pratapa Nirmala | 100 | Tablet | Obat Keras |
| 363 | Pehamoxil Forte | PT Phapros | 40 | Kaplet | Obat Keras |
| 364 | Prohessen | PT Pharos | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 365 | Digoxin 0,25 mg | PT Yarindo Farmatama | 50 | Tablet | Obat Keras |
| 366 | Andalan Suntikan KB | PT Harsen | 12 | Botol | Obat Keras |
| 367 | Furosemide 40 mg | PT Kimia Farma | 70 | Tablet | Obat Keras |
| 368 | Berlimox | PT Berlico Mulia Farma | 30 | Kaplet | Obat Keras |
| 369 | Cefadrocil Monohydrate 500 mg | PT Holi Pharma | 20 | Kapsul | Obat Keras |
| 370 | Denicam 20 | PT Erlimpex | 30 | Kapsul | Obat Keras |
| 371 | Colidium | PT Solas | 40 | Kaplet | Obat Keras |
| 372 | Godong Ijo | PJ Air Madu | 50 | Sachet | OT TIE |
| 373 | Ginseng Kianpi Pil Gold | Kweilin Drug Manufactory | 8 | botol | OT TIE |
| 374 | Ginseng Kianpi Pil | - | 6 | botol | OT TIE |
| 375 | Daun Muda | - | 20 | Sachet | OT TIE |
| 376 | Urat Badak | - | 26 | Sachet | OT TIE |
| 377 | Montalin | - | 70 | Sachet | OT TIE |
| 378 | Hercules X | PJ Strong King | 68 | Sachet | OT TIE |
| 379 | Ramuan Dayak | - | 25 | Sachet | OT TIE |
| 380 | Africa Black Ant | - | 22 | Sachet | OT TIE |
| 381 | Kuda Mesir | PT Piramida BPA | 16 | Sachet | OT TIE |
| 382 | Urat Madu | PJ Air madu | 10 | Sachet | OT TIE |
| 383 | Hajar jahanam | PJ Kuda Mas | 6 | Sachet | OT TIE |
| 384 | Samyun Wan | - | 15 | botol | OT TIE |
| 385 | Chang San | PJ Akar Mujarab | 130 | Sachet | OT TIE |
| 386 | Super Kecetit | PJ Muncul Sehat | 170 | Sachet | OT TIE |
| 387 | Rapet Malam | PD Djawi | 120 | Sachet | OT TIE |
| 388 | Pi Kang Shuang | PT Saras Subur Ayoe | 24 | Tube | Obat TIE |
| 389 | Dermovate Cream | Glaxo Saudi Arabia | 8 | Tube | Obat TIE |
| 390 | Obsagi | BPS Solo | 1650 | Sachet | Obat TIE |
Dirampas untuk Dimusnahkan;
Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,00 (lima ribu rupiah);
Demikianlah diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelaihari, pada hari Senin, tanggal 29 Oktober 2018, oleh kami, Ameilia Sukmasari, S.H.,M.H., sebagai Hakim Ketua, Harries Konstituanto, S.H.,M.Kn. dan Riana Kusumawati, S.H.,M.H. masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari Senin tanggal 5 November 2018 oleh Hakim Ketua dengan didampingi para Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh Aryo Susanto, S.H., Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Pelaihari, serta dihadiri oleh Su'udi, S.H., Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Tanah Laut dan Terdakwa dengan didampingi oleh Penasihat Hukumnya;
Hakim Anggota, Hakim Ketua,
Harries Konstituanto, S.H.,M.Kn. Ameilia Sukmasari, S.H.,M.H.
Riana Kusumawati, S.H.
Panitera Pengganti,
Aryo Susanto, S.H.